Muh. Fachri Akbar, Google Student Ambassador 2026, Sukses Pimpin Seminar Nasional Adami Google AI Tools Masterclass di Politeknik Negeri Ujung Pandang

MAKASSAR, 23 Juli 2026 – Muh. Fachri Akbar, mahasiswa Program Studi D4 Jasa Konstruksi, Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) yang juga menjabat sebagai Google Student Ambassador (GSA) Indonesia 2026, sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Adami Google AI Tools Masterclass: Hack Smarter. Study Better. Achieve Bigger.” Acara ini diselenggarakan secara hybrid dan berpusat di Aula Gedung AD Kampus 1 PNUP dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai universitas di Indonesia.Seminar nasional ini dirancang untuk memperkenalkan inovasi teknologi Google AI dan Geminidalam mendukung produktivitas belajar mahasiswa secara bijak dan efektif. Keberhasilan acaraini sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa dari jurusan non-IT pun mampu menjadi pelopor (trailblazer) dalam memimpin literasi digital dan penguasaan teknologi terdepan di lingkungan kampus.

Jejaring Akademik Luas: Pertemuan Mahasiswa Lintas Kampus Indonesia

Kehadiran teknologi Google AI terbukti menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi generasi muda akademisi. Antusiasme yang luar biasa ini terlihat dari beragamnya latar belakang universitas para peserta yang hadir, baik yang memadati aula secara langsung (offline) sebanyak lebih dari 120 peserta maupun yang bergabung secara virtual (online) sebanyak lebih dari 140 pesera dari berbagai penjuru daerah.

Acara ini sukses menyatukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia, antara lain Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Bosowa, Universitas Dipa Makassar, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), Universitas Tamalatea Makassar, hingga Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Yapmi Makassar. Hal ini membuktikan bahwa seminar ini tidak hanya berdampak secara lokal, tetapi juga membuka kesempatan bagi peserta yang tidak dapat hadir di lokasi.

Dibuka Resmi oleh Ketua Jurusan: Soroti Pentingnya Critical Thinking

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Sipil PNUP, Prof. Ir. Sugiarto, ST, MT, PhD. Dalam sambutannya, Prof. Sugiarto memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif penyelenggaraan masterclass teknologi ini di lingkungan teknik sipil. Beliau mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi pasif, melainkan harus tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) dan integritas akademik.

“Jangan sampai kita dibodohi oleh AI. Kita harus berada di atas AI dengan mengontrolnya secara bijak. Di era kecerdasan buatan, integritas, etika, dan kemampuan berpikir kritis kita adalah yang utama agar terhindar dari bias informasi,” pesan Prof. Sugiarto kepada ratusan peserta yang memadati aula.

Kolaborasi Hebat Lintas Jurusan dan Persiapan Kilat

Meskipun digagas oleh representasi GSA dari Jurusan Teknik Sipil, seminar nasional ini menjadi bukti nyata kekuatan kolaborasi lintas jurusan di PNUP. Dengan waktu persiapan yang sangat singkat—hanya satu minggu di tengah padatnya tenggat waktu akademis—Muh. Fachri Akbar merangkul Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) beserta mahasiswa dari berbagai jurusan untuk membentuk kepanitiaan yang solid.

Kepanitiaan ini melibatkan kolaborasi aktif mahasiswa dari berbagai jurusan, mulai dari Teknik Informatika dan Komputer (TIK), Teknik Mesin, Teknik Sipil, Administrasi Niaga hingga Teknik Kimia. Mereka bahu-membahu menangani seluruh aspek teknis, logistik, administrasi peserta, konsumsi, hingga penyusunan konsep acara.

Baca Juga:  Tapi Rekayasa Beban

Hadirkan Pembicara Inspiratif: Dari Mahasiswa Berprestasi hingga Content Creator

Seminar ini menghadirkan dua figur pemateri eksternal luar biasa yang berhasil membakar semangat para peserta:

1. Fathan Wibowo (Google Student Ambassador 2025 & Peraih Emas Pimnas): Berbagi kisah inspiratif perjalanannya ke markas besar Google Plex di Mountain View, San Francisco, Amerika Serikat. Fathan membagikan kiat-kiat praktis bagaimana dirinya memanfaatkan Google AI dalam menyusun penelitian ilmiah hingga berhasil membawa pulang medali emas di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas).

2. Haikal (@haikalbiasaaja_) (Alumni D3 Teknik Listrik PNUP & Content Creator): Mengemas edukasi lewat sesi talkshow komedi yang interaktif. Haikal yang kini memiliki lebih dari 19.000 pengikut membagikan pengalamannya berdamai dengan komentar negatif di media sosial, manajemen waktu di kampus, dan menyuarakan rasa bangganya terhadap almamater PNUP.

Demo Praktis NotebookLM dan Kupas Tuntas Teknik PARTS

Memasuki sesi materi inti, Muh. Fachri Akbar memandu kelas masterclass Google AI secara mendalam. Fachri memaparkan perkembangan teknologi yang kini telah memasuki era Agentic AI—era di mana kecerdasan buatan tidak lagi sekadar menjadi asisten tanya-jawab biasa, melainkan bertindak sebagai agen mandiri yang mampu membantu menyelesaikan alur kerja yang kompleks secara otomatis di latar belakang.

Guna membekali peserta dengan keterampilan praktis, Fachri mengajarkan teknik penulisan perintah (prompting) tingkat lanjut menggunakan Formula PARTS:

P (Persona): Menentukan identitas atau keahlian spesifik yang harus ditiru oleh AI.

A (Aim): Mendefinisikan tujuan akhir atau tugas yang ingin diselesaikan dengan jelas.

R (Recipients): Menentukan target audiens dari hasil yang dikeluarkan AI.

T (Theme): Menentukan batasan topik atau konteks yang relevan.

S (Structure): Mengatur format luaran (output) yang diinginkan (seperti tabel, ringkasan,

atau draf surat).

Fachri juga mendemonstrasikan secara langsung penggunaan NotebookLM—sebuah alat kolaborasi bertenaga AI dari Google. Ia mempraktikkan cara mengunggah dokumen tebal perkuliahan (seperti modul Applied Soil Mechanics / Mekanika Tanah Terapan) ke dalam NotebookLM. Melalui demonstrasi ini, peserta menyaksikan bagaimana AI dapat merangkumdan menjawab pertanyaan sulit secara instan dan 100% akurat hanya berdasarkan materi perkuliahan yang diunggah, sekaligus mengeliminasi risiko halusinasi data yang sering terjadi pada AI generatif umum.

Dampak Nyata: Transformasi Berpikir, Kemandirian Riset, dan Ledakan Motivasi Mahasiswa

Seminar nasional ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga menghadirkan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh para peserta. Melalui materi yang aplikatif, terjadi perubahan pola pikir (mindset shift) di kalangan mahasiswa. Peserta yang sebelumnya memandang kecerdasan buatan hanya sebagai alat untuk memperoleh jawaban instan kinimemahami bahwa Google Gemini dan NotebookLM dapat dimanfaatkan sebagai thinking partner yang membantu berpikir lebih sistematis, menghemat waktu, serta tetap menjaga   integritas akademik.

Dampak tersebut terlihat dari meningkatnya kemampuan peserta dalam memanfaatkan AI secara efektif. Khumayrah Ar-Rayah, mahasiswi PNUP, mengaku teknik prompting PARTS (Persona, Aim, Recipients, Theme, Structure) membantunya menyusun perintah yang lebih terarah sehingga menghasilkan jawaban yang lebih relevan dan presisi. Sementara itu, Salsabila dari Universitas Bosowa merasakan manfaat NotebookLM yang mampu menganalisis dokumen PDF secara mendalam dengan tetap berfokus pada sumber yang diunggah, sehingga proses belajar menjadi lebih efisien dan minim risiko halusinasi informasi.

Baca Juga:  Siasat Heteronom dalam Berlembaga

Selain meningkatkan kompetensi digital, sesi inspiratif para narasumber juga berhasil membangkitkan motivasi dan rasa percaya diri peserta. Salah seorang mahasiswa PNUP mengaku materi pembuka membuatnya kembali bersemangat untuk berkembang, sementara peserta lain merasa materi personal branding dari Haikal memberinya keberanian untuk mulai berkarya di media sosial tanpa takut terhadap penilaian orang lain. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, mayoritas peserta memberikan respons yang sangat positif dan menilai seminar ini memberikan manfaat yang relevan bagi pengembangan akademik maupun pengembangan diri.

Kemeriahan Acara: Belajar AI dalam Suasana Interaktif dan Penuh Kreativitas

Seminar ini dikemas jauh dari kesan seminar teknologi yang formal dan kaku. Berbagai aktivitas interaktif seperti Innovation Sprint, kuis berhadiah, sesi karaoke icebreaker, hingga pembagian doorprize berhasil menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan sekaligus mempererat interaksi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar. Panitia juga menghadirkan berbagai sudut aktivitas yang menarik, mulai dari spot foto estetik dengan convex mirror, photobooth, baliho kolaboratif yang dipenuhi tanda tangan peserta, hingga papan sticky notes tempat peserta menuliskan kesan, harapan, dan refleksi mereka setelah mengikuti seminar. Area-area tersebut menjadi ruang interaksi yang ramai sekaligus memperkuat semangat kebersamaan sepanjang acara.

Antusiasme peserta juga terlihat pada sesi kuis yang dipandu oleh MC serta pemilihan peserta teraktif yang menambah semarak suasana. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, sehingga peserta memberikan nilai kepuasan sempurna 10/10 atas keramahan panitia, keseruan aktivitas, serta kualitas penyelenggaraan seminar. Pada sesi penutup, para peserta ditantang dalam kompetisi kilat “Innovation Sprint” selama 10 menit. Secara berkelompok, peserta diminta merancang solusi praktis mengatasi kendala belajarmahasiswa dan stres akademik menggunakan Google Gemini. Kompetisi ini berlangsung interaktif dan seru, hingga salah satu kelompok berhasil keluar sebagai pemenang utama berkat pemaparan gagasan mereka yang paling kreatif dan solutif. Dengan ini membuat peserta mendapatkan teman baru karena pengerjaan challenge ini wajib berkelompok. Sebagai apresiasi atas partisipasi aktif, para peserta juga mendapatkan akses kelas sertifikasi IT gratis senilai Rp600.000 per orang yang didukung oleh Dicoding, Merchendise berupa gantungan kunci official Adama Kanda, greeting card, Icon Stiker, Konsumsi dan snack, tumbler gelas kaca untuk pemenang challenge dan tanya jawab, serta berbagai bingkisan menarik dari para sponsor pendukung seperti Kopi Ogud dan Light+ by Wardah. Acara kemudian ditutup dengan jargon legendaris yang membakar semangat seluruh ruangan: “Hack Smarter. Study Better. Achieve Bigger.”

Kesuksesan acara ini merupakan manifestasi dari semangat inovasi dan kolaborasi tanpa batas mahasiswa Indonesia. Melalui penguasaan teknologi yang bijak, generasi muda PNUP membuktikan bahwa batasan jurusan bukanlah penghalang untuk menjadi pionir dalam memajukan kualitas pendidikan nasional. Mari terus berkolaborasi, berinovasi, dan #berdampak nyata demi masa depan Indonesia. [Fachri Akbar]

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

BERITA TERBARU