METANOIAC.id Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan wabah pada sebuah kapal pesiar di Amerika Selatan yang menyebabkan beberapa korban jiwa. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa sepanjang tahun 2024 hingga 2026 terdapat 256 kasus suspek dan 23 kasus terkonfirmasi HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome) di sejumlah provinsi. Jenis tersebut berbeda dengan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang sempat memicu klaster kematian di kapal pesiar MV Hondius.
Dikutip dari World Health Organization, hantavirus dapat menyebar melalui:
- Kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.
- Inhalasi debu yang terkontaminasi virus dari kotoran atau urine hewan pengerat.
- Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan pengerat yang terinfeksi.
- Gigitan hewan pengerat yang terinfeksi.
Pencegahan hantavirus berfokus pada upaya mengurangi kontak manusia dengan rodensia serta ekskresinya. WHO menekankan pentingnya menjaga kebersihan rumah dan tempat kerja, menutup celah yang dapat menjadi akses masuk rodensia, menyimpan makanan secara aman, menerapkan prosedur pembersihan yang tepat, tidak menyapu atau menyedot kotoran rodensia dalam kondisi kering, membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan, serta menjaga kebersihan tangan secara rutin.[SZA/476] [SMR/472]

