Metanoiac.id Sebanyak 714 tim tercatat mendaftar dalam Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VIII 2026 yang tahun ini diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Dari jumlah tersebut, sebanyak 165 tim berhasil melaju ke babak final yang berlangsung di Dalton Hotel Makassar, Kamis (10/9/2026).
Ketua Pelaksana KMIPN VIII 2026, Dr. Eng. Abdul Jalil, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa dari 714 tim yang mendaftar, sebanyak 662 tim dinyatakan menyelesaikan proses administrasi. Selanjutnya, 560 proposal berhasil dikumpulkan dan masuk dalam tahap penilaian dewan juri.
Dari 560 proposal tersebut, hanya 165 tim yang dinyatakan lolos ke babak final. Dengan demikian, sekitar 70 persen proposal tidak melanjutkan ke tahap final.
“Dari 560 proposal, yang diterima itu adalah 165,” ujar Abdul Jalil saat ditemui di lokasi pelaksanaan KMIPN VIII 2026, Kamis (10/9/2026).
Tingginya jumlah peminat juga membuat kuota finalis pada penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya jumlah finalis dibatasi sekitar 15 tim per kategori, tahun ini kuota ditingkatkan menjadi 21 tim untuk sebagian besar kategori.
Sebanyak 165 tim finalis tersebut terbagi dalam delapan kategori, yakni Keamanan Siber sebanyak 21 tim, Hackathon 18 tim, Animasi 21 tim, Cipta Inovasi Bidang TIK 21 tim, E-Government 21 tim, Internet of Things (IoT) 21 tim, Pengembangan Aplikasi Permainan 21 tim, serta Perancangan Bisnis Bidang TIK sebanyak 21 tim.
Hackathon menjadi satu-satunya kategori yang diikuti 18 tim. Menurut Abdul Jalil, jumlah tersebut disesuaikan dengan karakteristik lomba yang mengharuskan peserta membuat program atau aplikasi sekaligus melakukan presentasi sehingga proses penjurian perlu disesuaikan agar tetap optimal.
Digelar Hybrid
Babak final KMIPN VIII 2026 tahun ini juga mengalami perubahan konsep pelaksanaan. Berbeda dari rencana awal yang akan dilaksanakan secara penuh luring, kompetisi akhirnya digelar secara hybrid.
Dari delapan kategori lomba, dua kategori dilaksanakan secara onsite di Makassar, yaitu Keamanan Siber dan Hackathon. Sementara enam kategori lainnya, yakni Animasi, Cipta Inovasi Bidang TIK, E-Government, IoT, Pengembangan Aplikasi Permainan, serta Perancangan Bisnis Bidang TIK, dilaksanakan secara online melalui Zoom.
Perubahan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kebijakan efisiensi, kesiapan teknis, serta kondisi pelaksanaan kegiatan.
Pemindahan lokasi utama pelaksanaan dari kampus ke Dalton Hotel juga mempertimbangkan aspek kelistrikan, jaringan internet, serta keterbatasan penggunaan ruangan di kampus yang telah kembali digunakan untuk kegiatan perkuliahan.
“Yang pertama adalah dari segi kami mengantisipasi kalau ada pemadaman listrik. Kemudian yang kedua adalah teknis jaringan,” jelas Abdul Jalil.
Selain itu, penggunaan ruangan di kampus dinilai akan cukup terbatas karena kegiatan perkuliahan telah berlangsung. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, panitia kemudian mengusulkan penggunaan Dalton Hotel sebagai lokasi pelaksanaan dan mendapat persetujuan dari pimpinan PNUP.
Meskipun sebagian besar kegiatan berlangsung di hotel, rangkaian KMIPN VIII 2026 tidak sepenuhnya dilaksanakan di lokasi tersebut. Babak final berlangsung pada 9–11 September 2026, sementara acara penutupan dijadwalkan berlangsung di Auditorium Kampus 2 PNUP pada Jumat (11/9/2026) pukul 18.00 WITA.
Abdul Jalil mengatakan bahwa hingga pelaksanaan hari kedua, rangkaian kegiatan KMIPN VIII 2026 berjalan lancar. Panitia juga telah membagi tugas untuk mempersiapkan agenda penutupan di Kampus 2 PNUP.
Dengan tingginya jumlah peserta dan ketatnya proses seleksi, babak final KMIPN VIII 2026 menjadi tahap akhir bagi 165 tim untuk menunjukkan kemampuan dan inovasi mereka di bidang informatika vokasional.[SA/467][IFI/471][FT/470]

