Senin, Desember 11, 2023

Pudarnya Identitas Mahasiswa

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |
“Orang biasa sekaligus mahasiswa yang belum menemukan identitas”
 
Pertama kalinya memasuki dunia kampus, hal yang sangat sulit ditinggalkan adalah kebiasaan-kebiasaan lama yang telah terbentuk di sekolah. Pengenalan kampus yang bertujuan sebagai adaptasi awal di lingkungan yang baru merupakan hal yang sangat berkesan, dikarenakan saya bisa mendapatkan teman baru dan mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan dunia kampus. identitas

Kegiatan tersebut pun dirangkaikan dengan promosi oleh lembaga-lembaga yang berjenis minat dan bakat agar mahasiswa tertarik untuk dapat bergelumut di bidangnya sesuai dengan potensi yang dimilikinya, ditambah lagi dengan pengenalan lembaga di setiap jurusan yang mengubah pola pikir saya tentang makna dari sebuah “Mahasiswa”.

Tujuan inti dari setiap lembaga adalah bagaimana kemudian mahasiswa baru tertarik untuk memasuki dunia organisasi, yaitu sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Momen yang paling menarik, ketika saya mengikuti Latihan Kepemimpinan (LK) dan hal itu merupakan suatu kewajiban di setiap lembaga oleh masing-masing jurusan. 

LK bertujuan untuk mencetak generasi-generasi penerus, baik di lingkup organisasi hingga lingkup bangsa dan negara yang lebih luas. Setiap mahasiswa diberikan materi dasar dan materi yang paling berkesan bagi saya tentang Identitas Mahasiswa (IDM).

Materi IDM menggambarkan bagaimana kita sebagai seorang mahasiswa mengetahui identitas dan memiliki peran yang sangat sentral di masyarakat. Suatu anugerah terindah dikarenakan label mahasiswa berangkat dari kata Maha yang julukan tersebut hanya dimiliki oleh sifat-sifat Tuhan.

Ironisnya, nama Mahasiswa hanya sekadar label yang disandingkan oleh setiap orang yang lulus di perguruan tinggi, baik itu negeri maupun swasta. Maha yang melekat tidaklah menjadi sebuah cerminan yang agung karena tindakan yang dilakukan tidak menjadi teladan, melainkan hanya sebuah teori yang tidak diwujudkan dengan praktiknya.

“Kata-kata tanpa teladan tidak akan bertaji.”

Fungsi dan peran mahasiswa tidaklah dilandasi oleh sentuhan jiwa, tetapi malah sebaliknya kita kembali lagi yaitu hanya sekadar teori yang terbungkus rapi di setiap kepala kita. Katanya Agent of Change, tetapi perubahan apa yang selama ini telah diperbuat? Bahkan untuk mengubah diri sendiri pun kita belum mampu. Social of Control, lantas kita lebih mementingkan kepentingan individu daripada kepentingan sosial? dan Iron Stock, generasi seperti inikah yang didambakan oleh negara?

Harusnya sebagai sosok mahasiswa yang memiliki peran yang sangat penting kita seharusnya merasa malu kepada masyarakat, terlebih lagi kepada Tuhan yang bermurah hati untuk meminjamkan sifatnya.

Sejenak kita merefleksi gerakan-gerakan mahasiswa sebelum era ini, sejarah mencatat bahwa seorang pemuda ataupun mahasiswa adalah orang yang luar biasa dalam kebaikan negeri ini.

Pada tahun 1928, pemuda berkumpul untuk mendeklarasikan sumpah yang menyatukan semua elemen, yaitu sumpah pemuda. Tahun 1945, pemuda berseteru dengan kaum tua untuk mendebatkan hak dan kemerdekaan bangsa seutuhnya, dan puncaknya di tahun 1998, ketika inflasi semakin parah, pemuda dan mahasiswa Indonesia berkumpul untuk turun ke jalan dan menurunkan rezim yang zalim.

Saat ini kita sering mengagung-agungkan nama mahasiswa, bersuara dengan lantang atas nama Hidup Mahasiswa demi tujuan mulia yaitu menyampaikan kebenaran, tetapi kemudian mental kita ciut terhadap lingkungan sekitar sebab adanya kepentingan individu  dan gertakan oleh pihak-pihak yang berkuasa.

Wajar saja Auguste Comte pernah berkata, “Pendidikan yang intelektualistis melulu dan bertujuan untuk menambah pengetahuan saja, tanpa motivasi dan cinta kasih, menghasilkan intelektualisme kering dan rasionalisme mandul.”

Oleh karena itu, sebagai sosok yang merasa dirinya mahasiswa marilah kembali kepada filosofi mahasiswa yaitu mencari kebenaran kemudian menyampaikan kebenaran tersebut serta senatiasa bertanya-tanya akan tindakan dan perubahan apa yang telah dilakukan untuk hal yang bermanfaat selama menjadi mahasiswa serta mesti diingat kita telah berikrar atas nama ;

SUMPAH MAHASISWA INDONESIA
Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah, bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah, berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan.
Kami Mahasiswa Indonesia bersumpah, berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan.
Penulis : A. Wira Hadi Kusuma
Baca Juga:  Resmi Dilantik, UKM WIRAUSAHA PNUP Siap Memberi Feedback untuk Lembaga

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan

Rekomendasi untuk anda

Edisi Terbaru

Terbaru