METANOIAC.id Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) mengeluhkan kebocoran yang terjadi di Gedung Elektro Kampus 1. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan karena berada di area tangga yang memiliki mobilitas tinggi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, air yang menetes dari bagian plafon gedung menyebabkan lantai di sekitar tangga menjadi licin. Hingga saat ini, penanganan yang dilakukan pihak kampus masih bersifat sementara, yakni dengan menempatkan kardus sebagai penanda serta ember untuk menampung air yang bocor.
Salah satu mahasiswa Teknik Elektro, Maulana, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut cukup meresahkan dan berisiko menimbulkan kecelakaan.
“Tidak sih, tapi kalau terpeleset hampir,” ujarnya saat diwawancarai, menanggapi pertanyaan terkait pengalamannya saat melintas di area tersebut ketika terjadi kebocoran saat hujan.
Ia menilai langkah penanganan yang dilakukan belum menyentuh akar permasalahan dan cenderung hanya bersifat sementara.
“Paling ya dikasihkan kardus sih sebagai penanda jalan licin,” tambahnya.
Menurutnya, kondisi ini perlu segera ditindaklanjuti secara serius mengingat lokasinya yang berada di area tangga, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan mahasiswa yang melintas.
Maulana berharap pihak kampus dapat segera melakukan perbaikan secara menyeluruh agar kebocoran tidak terus berulang.
“Untuk segera diperbaiki akar masalahnya, ya dibenarin itu biar tidak bocor lagi,” harapnya.
Jika tidak segera ditangani, kebocoran tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak yang lebih serius, baik dari segi kerusakan fasilitas maupun keselamatan civitas akademika. Area tangga yang licin meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, terutama saat aktivitas perkuliahan berlangsung.
Mahasiswa mendesak pihak kampus untuk segera melakukan perbaikan permanen guna mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kampus belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut.[VS/468]

