Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa skema Penerapan IPTEK (PKM-PI) berhasil menciptakan inovasi teknologi Smart Extractor 2-in-1, sebuah alat pengaduk dan penyaring otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi produksi pada UMKM Sinar Malino di Kabupaten Gowa.
Program ini mendapat dukungan dan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan dikembangkan oleh tim mahasiswa PNUP, yang diketuai oleh Nurhanifa Dinia bersama anggota tim: Ikram, Wahid, Syahrul, dan Nanda.
Berdasarkan hasil observasi di lapangan, mitra UMKM selama ini melakukan proses pengadukan dan penyaringan sirup markisa secara manual. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu siklus produksi bisa mencapai 7 hingga 10 hari. Hal ini sangat menghambat kapasitas produksi dan menurunkan efisiensi kerja dalam memenuhi permintaan pasar.
“Kami ingin memberikan solusi nyata. Lewat alat ini, mitra dapat melakukan pengadukan dan pemisahan sari buah secara otomatis, jauh lebih cepat, dan hasilnya sangat higienis. Ini akan sangat membantu mereka dalam meningkatkan jumlah produksi dan memulihkan omzet,” ujar Dinia, Ketua Tim PKM.
Teknologi Smart Extractor 2-in-1 ini juga dirancang dengan konsep zero waste (bebas limbah) dengan mengedukasi mitra untuk mengolah sisa ampas markisa menjadi produk turunan berupa permen gummy. Alat ini terhubung dengan sistem IoT MACCATECH yang memungkinkan pemantauan suhu dan tingkat keasaman (pH) secara otomatis, sehingga meminimalkan risiko mesin overheat dan menjaga standar mutu sirup.
“Mahasiswa kami tidak hanya menciptakan alat tapi juga memberikan edukasi dan pelatihan langsung kepada mitra. Kami ingin agar inovasi ini bisa digunakan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM,” tutur Dr. Andi Muhammad Iqbal Akbar Asfar, S.T., M.T., dosen pendamping tim PKM-PI PNUP.
Kegiatan ini juga meliputi sesi penyuluhan, uji coba alat bersama mitra, dan monitoring produksi secara berkala. Mitra UMKM Sinar Malino menyambut antusias kehadiran teknologi ini karena terbukti dapat memangkas waktu produksi secara signifikan menjadi hanya 2-3 hari dan meningkatkan omzet penjualan hingga 51%.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa vokasi mampu menjawab tantangan riil di masyarakat lewat teknologi yang aplikatif dan bermanfaat. [Nurhani Fadiniya]

