Jumat, Mei 24, 2024

Kepada Direktur…

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

Dalam buku Change Leadership: Non-Finito menyampaikan bahwa menjadi seorang pemimpin perubahan bukan hal yang mudah. Ada banyak risiko yang harus dibayar. Berbahaya, bahkan tidak jarang mengancam jiwa dan bersiaplah menghadapi ketidakpastian. Non finito! Salah satu aspek yang harus dibenahi adalah birokrasi kampus kita. Hegel dan Karl Marx mengartikan birokrasi sebagai instrumen untuk melakukan pembebasan dan transformasi sosial.

Dengan demikian, sebenarnya tujuan dari adanya birokrasi adalah agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan terorganisir. Namun, saya melihat birokrasi di kampus kita lebih suka dilayani ketimbang melayani, lebih suka membuat repot ketimbang membantu, lebih suka memperlambat ketimbang mempercepat. Nah, begitu lingkungan menjadi sangat dinamis, kita semua frustasi menghadapi leadership yang demikian.

Sederhananya, mesin birokrasi kampus kita terbiasa bekerja dengan kecepatan 40 kilometer per jam, padahal kita tengah melaju di jalan tol. Alhasil, birokrasi kampus kita terus menerima klakson dari mobil yang berada di belakangnya, bahkan juga dari penumpangnya yang sudah tidak sabar ingin segera sampai ke tujuan. Kalau tak mau minggir, jadilah birokrasi kita sebagai sumber kemacetan. Mungkin, itulah yang membuat kampus kita kesulitan untuk menduduki peringkat atas Politeknik se-Indonesia.

Maka dari itu saya menyarankan kepada direktur untuk melumasi mesin-mesin birokrasi kampus kita, agar kita melaju dengan kencang dan tidak mendapat klakson lagi dari belakang. Bahkan mampu untuk mendahului mobil-mobil yang berada di depan kita, sehingga target direktur untuk mengangkat posisi kampus kita bukan hanya berakhir pada kata it’s too good to be true.

Berkaitan dengan target utama direktur, tentunya andil dan campur tangan mahasiswa tidak bisa dikesampingkan. Karena, prestasi-prestasi dari mahasiswa entah itu Intrakulikuler dan ekstrakulikuler adalah salah satu penilaian yang dapat mendongkrak posisi kampus kita. Tentunya hal ini membutuhkan fasilitas yang memadai sebagai penunjang. Jika kita melihat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Pulau Jawa yang mahasiswanya memiliki prestasi segudang. Hal tersebut tidak lepas dari fasilitas yang disediakan pihak kampus yang memadai dan berkualitas. Kalau hal itu sulit diwujudkan dalam jangka waktu dekat ini, maka buatlah para mahasiswa mudah untuk mengaksesnya.

Baca Juga:  Public Service Journalism: Tawaran Kelola Jurnalisme Selain Model Komersial

Dunia kemahasiswaan, khususnya para aktivis kampus yang tentunya tidak lepas dari tanggung jawab moral sebagai mahasiswa yaitu mengkritik kebijakan birokrasi kampus dan pemerintah sebagai eksekutif di Negara ini. Namun, pada kenyataannya banyak birokrat di tingkat kampus dan Negara yang anti kritik dan menganggap kritik sebagai hal yang buruk. 

Sedangkan Benjamin Franklin, kala ia menjadi Gubernur Pennsylvania yang juga politisi besar Amerika Serikat berkata, Critics are our Friends, they show us our faults. Bahkan Malcolm X menegaskan, If you have no critics you’ll likely have no success. Berdasarkan pendapat para tokoh tersebut, maka kita harus merubah pandangan kita tentang kritik yang selama ini kita anggap sebagai hal buruk, maka sekarang anggap saja kritik itu berkah.

Maka dari itu, saya menyarankan kepada direktur untuk menyelenggarakan rembuk kampus yang di dalamnya dibuka untuk seluruh sivitas akademika kampus. Kedepannya forum ini bisa dimanfaatkan untuk menampung aspirasi, keluhan, ide, dan saran segenap masyarakat kampus yang dapat berguna untuk kemajuan kampus kita.

Berbicara tentang lembaga kemahasiswaan di kampus kita, tentunya tidak lepas dari polemik-polemik yang sering datang dari internal maupun eksternal. Mungkin jika harus menuliskan satu per satu polemik tersebut, saya mungkin membutuhkan waktu yang lama. Maka dari itu, saya hanya akan mengutarakan beberapa hal yang sifatnya fundamental. Organisasi kemahasiswaan diselenggarakan dari, oleh dan untuk mahasiswa serta organisasi kelembagaan di perguruan tinggi memiliki otonomi (dalam keilmuan dan pengelolaannya) yang merupakan prinsip yang dipegang oleh para pengurus lembaga kemahasiswaan.

Namun, masih ada saja oknum-oknum sivitas akademika yang menganggap organisasi kemahasiswaan sebagai kendaraan yang bisa dikemudikan dan diarahkan sesuka hatinya. Bukankah keinginan untuk berkuasa mutlak pada seorang individu atau kelompok merupakan bentuk kepribadian sadisme? Sedangkan hubungan antara pimpinan perguruan tinggi dengan sivitas akademika tidak didasarkan pada atasan dan bawahan, tetapi berdasarkan kemitraan. 

Baca Juga:  Hari Raya Buku

Sebenarnya hal prinsip seperti ini sudah harus dipahami bersama, demi terciptanya hubungan yang harmonis antar mahasiswa dan para pimpinan perguruan tinggi. Cobalah untuk membangun kepercayaan dengan mahasiswa, karena Stephen MR covey mengatakan, ketika Anda berhasil membangun kepercayaan dengan seseorang, Anda membangunnya sekaligus untuk banyak orang.

Beberapa aksi mahasiswa yang ditujukan untuk para petinggi di penjuru negeri ini, biasanya dilatarbelakangi oleh kekecewaan mahasiswa terhadap kebijakan dan kesewenang-wenangan pihak pimpinan kampus yang mengambil kebijakan dan membuat aturan tanpa memikirkan efek jangka panjangnya. Alih-alih memanggil mahasiswa untuk menjelaskan kebijakan tersebut, biasanya pihak kampus langsung menghukum mahasiswa yang melakukan aksi dengan skorsing (diberhentikan sementara), atau bahkan yang lebih parah yaitu drop out (dikeluarkan).

Kami selaku mahasiswa tentunya tidak mengharapkan bentuk hukuman seperti itu, karena hal tersebut bukanlah tindakan mendidik melainkan tindakan otoriter dan tidak memikirkan masa depan mahasiswa tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh Iwan Fals dalam lagunya bongkar, “Orang tua kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta.” Maka dari itu kami mengharapkan hangatnya cinta yang keluar dari lisan para orang tua kami di kampus. 

Penulis: Hadi Irawan (Presiden BEM PNUP)

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU