Kamis, Mei 23, 2024

Gerak Cepat Berantas Mafia Bola

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |
Ilustrasi. Mafia bola/bandar sedang melihat pertandingan yang telah diatur agar tetap berjalan sesuai kesepakatan. [Sumber: poliklitik.com]

METANOIAC.id Beberapa waktu terakhir, kasus pengaturan skor atau Match Fixing kembali menggegerkan pecinta sepak bola tanah air. Pasalnya, banyak kontroversi-kontroversi yang terjadi di lapangan hijau sepanjang tahun 2018 ini. Bahkan diduga hampir setiap tingkatan Liga Indonesia yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3 terindikasi adanya Match Fixing tersebut.

Salah satu penyebab diduga terjadinya kasus ini yaitu dari kepemimpinan wasit yang berat sebelah seperti memberikan pinalti “ghaib”, mengesahkan gol “tangan Tuhan”, ganjaran hukuman yang tak sesuai dengan pelanggaran yang dibuat, serta posisi bola yang seharusnya offside tetapi dianggap onsideagar tetap terjadi gol dan sebaliknya. 

Kasus Match Fixing sebenarnya adalah kasus lama yang tidak pernah diselesaikan secara tuntas oleh pihak yang berwenang. Namun, mulai tahun 2018 ini sepertinya para pecinta sepak bola bisa sedikit lebih tenang karena telah dibentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus oleh kepolisian untuk memberantas mafia bola yang bernama Satgas Antimafia Bola. 

Satgas Antimafia Bola rupanya tak mau membuang banyak waktu untuk menuntaskan kasus ini. Hari ini, pukul 10.00 WIB, Satgas Antimafia Bola menangkap sekaligus menetapkan Dwi Irianto atau yang dikenal Mbah Putih sebagai tersangka pengaturan skor di Yogyakarta. Sehari sebelumnya atau kemarin (27/12/2018) pukul 10.00 WIB, anggota Executive Committee Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (EXCO PSSI) Johar Lin Eng ditangkap di bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. JLE resmi menjadi tersangka atas kasus pengaturan skor di Liga 3 dan kasus pemerasan terhadap manajer Persibara Banjarnegara. 

Dilansir dari suryamalang.com bahwa Komisaris Besar (Kombes) Argo Yuwono selaku Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola kepada awak media “Kami sedang mendalami dari tersangka J ini perannya apa, kemudian motifnya apa, kemudian hubungannya dengan pelaku lain seperti apa,” tuturnya di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Metro Jaya, Jakarta Selatan (24/12/2018).

Sebelumnya Satgas juga telah menetapkan Anik dan Priyanto sebagai tersangka lebih dulu karena kasus pengaturan skor ini. Sehingga sampai saat ini Satgas Antimafia Bola sudah resmi menetapkan 4 orang sebagai tersangka pengaturan skor dan diperkirakan jumlah ini akan bertambah. Selain itu, hari ini (28/12/2018) Satgas Antimafia Bola juga kembali memanggil Sekretariat Jendral (Sekjen) PSSI Ratu Tisha untuk dimintai keterangan dan Tisha dipastikan penuhi panggilan Satgas yang sebelumnya pada pemanggilan pertama Tisha tidak hadir.

Selain Satgas Antimafia Bola, PSSI selaku federasi yang membentengi persepakbolaan Indonesia juga tak tinggal diam. Saat ini sudah tercatat beberapa nama yang diberikan hukuman oleh Komdis PSSI yang terbukti terlibat pengaturan skor dan bentuk hukumannya antara lain:

Baca Juga:  Akankah Artificial Intelligence Mengambil Alih Pekerjaan Manusia?
  1. Hidayat anggota EXCO PSSI (Madura FC VS PSS Sleman) dilarang berkecimpung di dunia sepak bola selama 3 tahun, dilarang menonton langsung pertandingan sepakbola di stadion selama 2 tahun dan denda Rp 150 juta.
  2. PSMP Mojokerto (PSMP Mojokerto VS Kalteng Putra) dilarang ikut kompetisi selama tahun 2019.
  3. Krisna Adi pemain PSMP Mojokerto (PSMP Mojokerto VS Kalteng Putra) dilarang beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup.
  4. Bambang Suryo (Persekam Metro FC VS PS Ngada) dilarang beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup.
  5. Dwi Irianto atau Mbah Putih anggota Komdis PSSI (menerima aliran uang pengaturan skor) dinonaktifkan dari PSSI.
Selain nama-nama di atas, Komdis PSSI juga memanggil 76 pengelola akun sosial media yang dianggap menyebarkan isu Match Fixing. Hal ini dilakukan untuk dimintai keterangan sekaligus bukti mengenai isu Match Fixing yang disebarkan melalui masing-masing akun. Apabila pengelola akun tidak bisa memberikan bukti adanya Match Fixing, maka PSSI akan melaporkan pengelola akun tersebut ke pihak kepolisian sebagai penyebar hoax atau pencemaran nama baik. “Panggilan Komdis PSSI diharapkan untuk dipenuhi dengan membawa bukti,” kata Joko Driyono selaku Wakil Ketua Umum PSSI melalui Bolasport.com di Hotel Senayan, Jakarta.

Namun, pro-kontra terus terjadi, beberapa pihak menganggap bahwa PSSI tidak terbuka kepada Satgas Antimafia Bola dan tidak serius dalam memberantas mafia bola walaupun PSSI sudah menjatuhkan beberapa hukuman. Hal ini disebabkan, hukuman yang diberikan PSSI kepada tersangka terlalu ringan atau tidak sesuai dengan perbuatan tersangka seperti hukuman untuk Hidayat.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI seakan-akan hanya berhenti di Hidayat, tidak mengupas tuntas pihak yang terlibat dan terkesan melindungi anggota-anggotanya yang terlibat pengaturan skor. “hukuman yang dijatuhkan oleh PSSI terhadap Hidayat sangat mengecewakan dan menjadi preseden buruk bagi dunia sepak bola di tanah air. Hukuman hanya 2 tahun sangat ringan dan tidak menjerakan untuk pelaku pengaturan skor, harusnya selama seumur hidup. Pengurus PSSI di era Edy Rahmayadi terkesan melindungi atau berkompromi dengan Hidayat,” kata ketua Koalisi Antimafia Sepakbola pada diskusi Mendorong Proses Hukum untuk Pelaku Pengaturan Skor di Sepakbola Indonesia melalui beritasatu.com.
Terlepas dari pro-kontra yang terjadi, semoga kasus ini bisa segera selesai dan dikupas tuntas hingga ke akar-akarnya agar para pecinta sepak bola Indonesia bisa menikmati pertandingan sepak bola yang bersih, sportif dan  fair play. [FK/280]

Baca Juga:  Beredar Postingan Terkait Dugaan Kekerasan yang Dialami Mahasiswa Teknik Sipil PNUP

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU