Senin, Mei 11, 2026

Pengakuan Alumni PNUP: Bukan Hanya Kekerasan Seksual Pelaku Kerap Mempersulit dalam Konsultasi Judul

METANOIAC.id Dugaan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum dosen di lingkungan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menjadi perhatian publik setelah muncul pengakuan dari seorang alumni yang beredar di media sosial. Dalam unggahan media sosial alumni perempuan Jurusan Akuntansi PNUP mengaku pernah mengalami perlakuan tidak pantas selama proses bimbingan judul tugas akhir dan konsultasi tugas akhir.

Dalam keterangannya, alumni tersebut mengaku merasa dipersulit selama proses pengajuan judul tugas akhir. Ia menilai dosen (Is) yang bersangkutan cenderung ingin di dengar dan diikuti keinginannya, sehingga mahasiswa merasa berada dalam kondisi yang tidak nyaman ketika berkonsultasi.

Korban juga menceritakan pengalaman yang menurutnya menunjukkan kedekatan tidak wajar antara dosen (Is) dan mahasiswa. Ia menyebut pernah ditegur secara tidak langsung oleh salah satu dosen lain ketika sedang berbincang dengan oknum dosen tersebut di area kampus. Menurut pengakuannya, dosen lain sempat mengingatkan agar menjaga jarak karena hubungan yang terlalu dekat antara dosen dan mahasiswa dapat menimbulkan pandangan negatif.

Selain itu, alumni tersebut mengaku pernah mengalami kontak fisik yang dianggap tidak pantas di depan area lobi kampus. Ia mengatakan oknum dosen (Is) beberapa kali menyentuh bagian paha mahasiswa saat berbicara. Tidak hanya dirinya, korban menyebut sejumlah teman sekelasnya juga mengalami perlakuan serupa.

“Kalau mengajar juga sering terlalu dekat saat bertanya. Mukanya didekatkan ke mahasiswa sampai membuat tidak nyaman,” ungkap korban dalam wawancara tersebut.

Melalui hasil wawancara dengan seorang alumni lain. Ia mengungkap bahwa oknum dosen (Is) tersebut sering melakukan sentuhan fisik yang membuat mahasiswa merasa tidak nyaman, seperti mencolek, mencubit, hingga terlalu dekat secara fisik ketika berbicara di dalam kelas.

Baca Juga:  Auditorium Kembali 'Hidup'

“Dia (Is) suka colek-colek mahasiswa, kadang dilengan, kadang mencubit juga,” ujar alumni tersebut dalam wawancara.

Menurutnya, salah satu kejadian terjadi saat perkuliahan mata kuliah ERP di jurusan akuntansi. Ketika itu, dosen (Is) diduga mencubit salah seorang mahasiswa hingga meninggalkan bekas bengkak di tubuh korban.

“Temanku sampai menangis dan keluar dari kelas karena cubitannya membekas dan bengkak. Saya sendiri juga beberapa kali pernah dicubit,” lanjutnya.

Korban juga mengaku mengalami tekanan selama proses bimbingan skripsi. Ia merasa dipersulit dalam pengajuan judul dan menilai dosen (Is) tersebut cenderung ingin diikuti kemauannya dalam proses konsultasi akademik.

Tidak hanya menyoroti tindakan yang dialami korban, alumni tersebut juga mempertanyakan sanksi yang dinilai tidak sebanding apabila pelaku (Is) hanya diberhentikan sementara. Menurutnya, jika semakin banyak mahasiswa yang berani berbicara mengenai pengalaman mereka, maka dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum dosen tersebut dapat terungkap lebih luas.

“Menurutku kalau banyak mahasiswa speak up tentang apa yang dialami, dosen itu harus dipecat. Karena kalau cuma diberhentikan sementara, sementara gajinya tetap berjalan, itu tidak adil untuk korban,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung dugaan kurangnya profesionalisme dalam proses mengajar. Berdasarkan cerita mahasiswa lain, oknum dosen tersebut disebut jarang hadir di kelas setelah beberapa kali pertemuan awal perkuliahan.

Korban dan sejumlah alumni berharap pihak kampus dapat mengambil langkah tegas terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Mereka menilai tindakan menyentuh mahasiswa tanpa persetujuan tidak dapat dianggap hal biasa karena berdampak pada kondisi psikologis korban.

Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran mengenai dugaan kekerasan seksual dan penyalahgunaan wewenang di lingkungan pendidikan tinggi. Relasi kuasa antara dosen dan mahasiswa dinilai membuat banyak korban memilih diam karena takut terhadap dampak akademik yang dapat mereka terima.[ASL/454][KIP/469]

Baca Juga:  'Bahagia Violet' di Kepengurusan XV

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

BERITA TERBARU