Dari Timur Indonesia, PNUP Gaungkan Hilirisasi Riset Inovasi Berdampak

Metanoaic.id Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali menegaskan perannya sebagai lokomotif vokasi dari Kawasan Timur Indonesia (KTI). Melalui gelaran akbar National Studium Generale – Innovation Expo (NSG-IE) PNUP 2026, PNUP menggaungkan semangat Hilirisasi Riset Inovasi Berdampak sebagai jawaban atas tantangan pembangunan nasional.

Dengan mengusung tema besar “Peran Perguruan Tinggi Vokasi dalam Hilirisasi Inovasi Berdampak untuk Mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini akan diselenggarakan pada: Hari/Tanggal: Rabu, 28 Oktober 2026 di Gedung Auditorium Kampus 2 PNUP, Mongcongloe, Maros, Waktu: 08.00 WITA – Selesai.

Kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Direktur PNUP, Prof. Ir. Rusdi Nur, S.ST., M.T., Ph.D.

Direktur PNUP dalam keterangannya menyampaikan bahwa NSG-IE 2026 bukan sekadar studium generale, melainkan panggung pembuktian bahwa riset dan inovasi vokasi dari Timur Indonesia siap dihilirisasi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, industri, dan desa.

“Dari Kampus 2 Mongcongloe, Maros, kita ingin menunjukkan bahwa PNUP tidak hanya menghasilkan lulusan, tapi menghasilkan solusi. Hilirisasi adalah kunci agar inovasi tidak berhenti di laboratorium, tapi sampai ke masyarakat,” tegas Prof. Rusdi Nur.

Untuk memperkuat agenda hilirisasi tersebut, PNUP menghadirkan tiga pembicara nasional strategis:

1. Dr. Adhi Indra Hermanu, M.T., M.M.
PLH Direktur Hilirisasi & Kemitraan, Kemdiktisaintek RI
Membahas kebijakan dan skema hilirisasi riset vokasi nasional

2. Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.T.
Staf Ahli Kemenko Bidang Pangan
Membahas konektivitas inovasi vokasi dengan ketahanan pangan nasional

3. Dr. Jan Samuel Maringka, S.H., M.H.
Dewan Pembina Lembaga Sinergi Desa Indonesia
Membahas dampak inovasi vokasi bagi pembangunan desa

Kegiatan ini akan diikuti oleh lebih dari 1.000 mahasiswa, dosen, mitra industri, dan perwakilan pemerintah daerah se-Sulawesi Selatan. Selain studium generale, akan digelar Innovation Expo yang menampilkan 50+ produk inovasi unggulan mahasiswa dan dosen PNUP yang siap hilirisasi.

Baca Juga:  Tim Futsal PNUP Tekuk PIP Makassar 3-1, Melaju ke Semifinal PORSENI XV di Medan

Melalui NSG-IE PNUP 2026 di Kampus 2 Mongcongloe, PNUP berharap dapat menjadi role model bagi politeknik di seluruh Indonesia Timur dalam mengimplementasikan riset terapan yang berdampak.

Dr. Nurhayati, S.Si., M.T. Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi PNUP menginginkan perubahan mindset dari link and match menjadi link, match, and impact. Kampus 2 Mongcongloe, Maros yang akan kita tempati ini sengaja kami desain sebagai living lab hilirisasi. Di sanalah riset-riset PNUP diuji, dikembangkan bersama mitra, dan diluncurkan sebagai solusi nyata.

“Kerjasama vokasi tidak bisa lagi bersifat seremonial. Melalui NSG-IE PNUP 2026, kami di Wadir IV mendorong kerjasama yang berbasis pada pengembangan riset untuk solusi.

Nurhayati berharap setiap MoU yang kita tandatangani dengan industri, dengan Kemenko Pangan, dengan Kemdiktisaintek, maupun dengan Lembaga Sinergi Desa harus memiliki output yang jelas: ada masalah di masyarakat, ada riset dari PNUP, ada mitra yang mengawal sampai menjadi produk dan dimanfaatkan.

“Kerjasama vokasi harus berbasis solusi. Bukan sekadar MoU, tapi ada riset PNUP yang jadi jawaban untuk masyarakat. Itu esensi hilirisasi berdampak dari Timur Indonesia.”

Dr. Ir. Basyar Bustan, M.T selaku Ketua Panitia NSG-IE PNUP 2026 / Dosen Senior PNUP memastikan setiap riset dan inovasi yang lahir menjawab masalah riil masyarakat.

“Hilirisasi yang kami gaungkan bukan sekadar jargon. Di PNUP, hilirisasi berarti memastikan setiap riset dan inovasi yang lahir dari laboratorium vokasi benar-benar menjawab masalah riil masyarakat.

Basyar Bustan meyakinkan bahwa kita punya banyak prototipe, alat tepat guna, dan teknologi terapan yang selama ini berhenti di pameran. Melalui NSG-IE 2026 di Kampus 2 Mongcongloe, Maros ini, kita dorong agar inovasi tersebut diuji, divalidasi oleh mitra industri, dan diadopsi oleh desa.

Baca Juga:  PNUP Cetak Prestasi, Tiga Mahasiswa Jadi Duta Google Student Ambassador 2026

Dampaknya harus terukur: petani kita lebih efisien, UMKM kita naik kelas, nelayan kita lebih berdaya. Itulah makna Riset Inovasi Berdampak dari Timur Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa dari Mongcongloe, PNUP bisa menjadi jembatan antara kampus, industri, dan masyarakat.

“Target kami, minimal 15 inovasi unggulan PNUP tahun ini langsung mendapatkan MoU hilirisasi dengan mitra DUDI dan Lembaga Sinergi Desa pada saat Expo berlangsung.” Pungkas dosen teknik sipil ini. [DR AA]

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

BERITA TERBARU