Metanoiac.id Program Studi Teknik Multimedia dan Jaringan (TMJ) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) untuk pertama kalinya mengolaborasikan delapan mata kuliah melalui skema Project Based Learning (PBL). Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam Exposition Project Based Learning Teknik Multimedia dan Jaringan Vol. 3 Tahun 2026 yang digelar di Kampus 2 PNUP, Moncongloe, Maros, Kamis (25/6).
Mengusung konsep pembelajaran berbasis proyek, kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 untuk memamerkan berbagai karya inovatif hasil proses pembelajaran selama satu semester.
Delapan mata kuliah yang terlibat dalam kolaborasi ini meliputi UI/UX, Desain Web, Pemrograman Web, Embedded System, Mobile Programming, Internet of Things (IoT), serta Machine Learning Vision. Melalui integrasi lintas mata kuliah tersebut, mahasiswa didorong untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.
PBL tidak hanya menekankan pemahaman teori di ruang kelas, tetapi juga mengarahkan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan teknis, kolaborasi tim, serta keterampilan menyelesaikan permasalahan melalui produk yang dapat diimplementasikan secara nyata. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang tengah dikembangkan di lingkungan pendidikan vokasi.
Selain menampilkan hasil proyek mahasiswa, expo juga diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti fun match e-sport serta lomba tradisional, di antaranya gobak sodor dan memasukkan paku ke dalam botol.
Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi PNUP, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., mengapresiasi seluruh panitia, dosen pembimbing, mahasiswa, serta pihak sponsor yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ruang Kreasi Multimedia (RUKAMU) sebagai sponsor utama yang turut mendukung terselenggaranya expo dengan suasana yang edukatif dan inspiratif.
Lebih lanjut, Nurhayati berharap kolaborasi pembelajaran berbasis proyek seperti yang diterapkan Prodi TMJ dapat menjadi inspirasi bagi program studi lain di PNUP. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu menyelaraskan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik di lapangan sehingga menghasilkan karya-karya inovatif.
“Semoga kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan kerja sama, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis teknologi,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan expo ini, Prodi TMJ berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan industri digital sekaligus mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.[SA/467]

