METANOIAC.id Indonesia kembali menorehkan sejarah penting di bidang teknologi antariksa. Dilansir Kompas.id (15/09), setelah tiga kali gagal dalam tiga hari berturut-turut, mulai Senin, Selasa, hingga Rabu (8-10/9/2025), dalam upaya keempat, roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat berhasil mengantarkan Satelit Nusantara Lima (SNL). Keberhasilan ini menandai langkah penting Indonesia dalam upaya memperluas konektivitas digital hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Menurut Reid, kehadiran Satelit Nusantara Lima akan menghadirkan komunikasi dan digitalisasi yang berkesinambungan di seluruh Nusantara. Dengan prosesor digital yang dimilikinya, SNL mampu mengalokasikan lalu lintas data dan bandwidth secara fleksibel sehingga kualitas layanan tetap optimal di seluruh wilayah Indonesia. Menariknya, satelit ini juga dirancang untuk memberikan konektivitas ke dua negara tetangga, yaitu Malaysia dan Filipina, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam infrastruktur komunikasi regional.
Nusantara Lima merupakan Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan kapasitas lebih dari 160 Gbps, menjadikannya salah satu satelit komunikasi dengan daya tampung terbesar di Asia Tenggara. Dari kapasitas tersebut, sekitar 14 Gbps akan dialokasikan untuk Filipina, 8 Gbps untuk Malaysia, dan selebihnya untuk Indonesia.
Kapasitas ini diproyeksikan menjadi solusi efektif untuk menjangkau sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, dan masyarakat di wilayah terpencil, khususnya kawasan timur Indonesia. Dengan teknologi ini, diharapkan transformasi digital dapat berjalan lebih cepat, mendukung layanan pendidikan daring, telemedicine, hingga pengembangan ekonomi digital berbasis UMKM. [AN/426]
Sumber: https://www.kompas.id/artikel/berhasil-mengangkasa-satelit-nusantara-lima-siap-merajut-indonesia


