Metanoiac.id Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) kembali melanjutkan rangkaian penelitian PhytoNano melalui tahap induksi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada hewan uji mencit. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam penelitian untuk membentuk model hewan yang mengalami kondisi menyerupai GERD sebelum efektivitas Phytolozenges nanopartikel ekstrak Curcuma mangga diuji.
Kegiatan induksi GERD dilaksanakan pada 27 Juli 2026 di Laboratorium Teknik Kimia PNUP. Proses tersebut dilakukan oleh Ketua Tim PKM-RE PhytoNano, Nabilah Nurhijriyah, bersama anggota tim, yakni Muhammad Rivandy, Rina Herviana, dan Nurfadilla, di bawah pendampingan Dr. Andi Muhammad Iqbal Akbar Asfar, S.T., M.T.
Tahap induksi diawali dengan persiapan alat dan bahan serta pemeriksaan kondisi mencit yang akan digunakan sebagai hewan uji. Selanjutnya, mencit dibagi ke dalam kelompok perlakuan dan menjalani proses induksi sesuai protokol penelitian. Setelah proses tersebut dilakukan, kondisi mencit kemudian diamati sebagai bagian dari pemantauan sebelum penelitian memasuki tahap pemberian perlakuan.
Induksi GERD dilakukan untuk menyediakan model penelitian yang memungkinkan tim mengamati respons hewan uji terhadap pemberian Phytolozenges nanopartikel ekstrak Curcuma mangga. Tahapan ini menjadi dasar bagi pengujian berikutnya dalam melihat efektivitas inovasi PhytoNano secara ilmiah.
Ketua Tim PKM-RE PhytoNano, Nabilah Nurhijriyah, menjelaskan bahwa tahap induksi menjadi salah satu bagian yang membutuhkan ketelitian karena berpengaruh terhadap tahapan penelitian selanjutnya.
“Tahap induksi GERD merupakan fondasi dari penelitian kami. Oleh karena itu, setiap prosedur kami laksanakan secara teliti dan sesuai standar laboratorium agar data yang dihasilkan valid serta mampu menunjukkan efektivitas inovasi PhytoNano secara ilmiah,” ujar Nabilah.
Selain menjadi bagian dari proses penelitian, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman langsung bagi anggota tim dalam menjalankan penelitian eksperimental. Salah satu anggota Tim PhytoNano menyampaikan bahwa proses tersebut membantu mereka memahami pentingnya ketelitian dalam setiap tahapan penelitian.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi kami dalam penelitian eksperimental. Kami belajar menerapkan prosedur laboratorium secara langsung sekaligus memahami pentingnya ketelitian pada setiap tahapan penelitian,” ungkapnya.
Setelah tahap induksi selesai, penelitian PhytoNano akan dilanjutkan dengan pemberian Phytolozenges nanopartikel ekstrak Curcuma mangga kepada hewan uji. Tim selanjutnya akan melakukan pengamatan terhadap efektivitas perlakuan melalui analisis biologis dan histopatologi.
Melalui rangkaian penelitian tersebut, Tim PhytoNano berharap inovasi berbasis bahan alam ini dapat terus dikembangkan melalui tahapan penelitian dan pengujian lanjutan. Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan Phytolozenges nanopartikel ekstrak Curcuma mangga sebagai kandidat terapi alternatif berbasis bahan alam yang memiliki potensi untuk dikaji lebih lanjut hingga tahap uji klinis.
Tim PKM-RE PhytoNano terdiri atas Nabilah Nurhijriyah sebagai ketua, Muhammad Rivandy, Rina Herviana, dan Nurfadilla sebagai anggota, serta Dr. Andi Muhammad Iqbal Akbar Asfar, S.T., M.T. sebagai dosen pendamping. [SA/467]

