Selasa, April 21, 2026

Upaya Meningkatkan Interaksi Mahasiswa, BEM PNUP Gelar POLTEK Kajian Literasi (PKL)

METANOIAC.id Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (BEM PNUP) kembali menghidupkan program insidental POLTEK Kajian Literasi (PKL). Program ini bertujuan meningkatkan interaksi dan kesadaran kritis mahasiswa KMPNUP. Kegiatan berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026, di Gazebo Akademik Kampus 1 PNUP.

Perwakilan Kementerian PSDM BEM PNUP, Aisyah, menjelaskan bahwa pihaknya mengaktifkan kembali PKL karena program tersebut penting sebagai ruang diskusi mahasiswa. Pada periode kabinet sebelumnya, pengurus meniadakan program ini. Kini, BEM memutuskan untuk menghadirkannya kembali.

“PKL merupakan program insidental BEM yang baru terlaksana lagi pada periode ini. Kami memunculkannya kembali karena program ini penting bagi mahasiswa,” ujarnya.

Pada pekan ini, panitia mengangkat buku Pedagogy of the Oppressed karya Paulo Freire. Buku tersebut membahas konsep pendidikan pembebasan dan kritik terhadap sistem pendidikan yang menindas. Mifta Farid dari HMTK menyampaikan materi, sementara Agus memandu diskusi sebagai moderator.

Dalam forum tersebut, BEM PNUP menilai konsep Freire relevan dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan masih cenderung satu arah atau banking education. Model ini menempatkan dosen sebagai pemberi informasi dan mahasiswa sebagai penerima pasif.

“Konsep pendidikan Freire sangat relevan dengan Indonesia. Sistem kita masih satu arah dan membuat mahasiswa hanya menerima informasi dari dosen,” jelas Aisyah.

Melalui PKL, BEM PNUP mendorong mahasiswa membangun pola belajar dialektis. Model ini membuka ruang diskusi, argumentasi, dan pertukaran gagasan secara setara antara mahasiswa dan dosen.

Panitia menggelar PKL setiap pekan dengan materi yang saling terintegrasi. Setelah beberapa pertemuan, BEM akan membuka kelas lanjutan untuk mereview serta menerapkan materi yang telah dipelajari.

“Kelas lanjutan menjadi ruang untuk menguji apakah peserta benar-benar melatih kemampuan argumentasi selama PKL,” tambah Aisyah.

Baca Juga:  Besok, 37 Senat PNUP Memilih, 1 Bacalon Direktur Dipastikan Terhenti Masuk Tahapan Berikutnya, PPCD : Siapkan Live Streaming

Untuk memperluas keterlibatan, BEM PNUP mengundang delegasi dari seluruh lembaga internal KMPNUP. Langkah ini bertujuan agar partisipasi mahasiswa lebih masif dan terorganisir.

Melalui revitalisasi PKL, BEM PNUP berharap mahasiswa mampu membangun kesadaran kritis terhadap ketimpangan pendidikan. Selain itu, mereka ingin menumbuhkan budaya diskusi yang lebih interaktif di lingkungan kampus.

Untuk memperluas partisipasi, BEM PNUP mengundang delegasi dari seluruh lembaga internal KMPNUP agar keterlibatan mahasiswa lebih masif dan terorganisir.

Melalui revitalisasi PKL, BEM PNUP berharap mahasiswa mampu membangun kesadaran kritis terhadap ketimpangan pendidikan serta mengembangkan budaya diskusi yang lebih interaktif di lingkungan kampus. [SA/467] [FT/470]

 

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

BERITA TERBARU