METANOIAC.id Senin, 19 Mei 2025, Jurusan Akuntansi memulai sebuah inisiatif baru dengan mengadakan kegiatan bertajuk Accounting Summer Festival. Acara ini berlangsung selama dua hari, hingga 20 Mei 2025, dan berlokasi di Lapangan Bulutangkis Gedung AD, sebuah tempat yang strategis di lingkungan kampus. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk uji coba atau eksperimen awal untuk penyelenggaraan event yang berskala lebih besar di masa depan.
Festival ini menghadirkan empat jenis pameran utama, yaitu pameran bonsai, butik, galeri investasi syariah, dan warung kopi KPN Perintis. Keempat pameran tersebut seluruhnya berasal dari inisiatif sivitas akademika jurusan Akuntansi. Meski skala pelaksanaannya masih terbatas pada satu jurusan, antusiasme dan semangat dari para dosen dan mahasiswa cukup tinggi, yang menandakan potensi besar untuk berkembang menjadi acara lintas jurusan di tahun-tahun mendatang.
Salah seorang mahasiswa Akuntansi, Tania, yang turut serta dalam kepanitiaan kegiatan ini, menjelaskan bahwa event ini sebenarnya masih bersifat kecil dan sederhana. Namun, semangat untuk menjadikannya ajang yang lebih besar dan inklusif sudah mulai terlihat.
“Untuk sekarang, pamerannya baru ada empat — bonsai, butik, galeri investasi syariah, dan warkop KPN Perintis. Semuanya diinisiasi oleh dosen dan mahasiswa dari Akuntansi. Tapi ke depan, para dosen sudah punya rencana untuk mengadakan event yang skalanya lebih besar dan bisa melibatkan jurusan lain,” ungkap Tania.
Dari keempat pameran tersebut, pameran bonsai menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Bonsai-bonsai yang dipajang adalah milik pribadi dari salah satu dosen Akuntansi. Tania menjelaskan bahwa meskipun tujuan utama dari kehadiran bonsai dalam festival ini adalah sebagai media pameran, tidak menutup kemungkinan jika ada pengunjung yang berminat untuk membeli.
“Awalnya memang hanya untuk dipamerkan saja, tapi kalau memang ada mahasiswa atau dosen yang tertarik, bonsainya bisa dijual,” ujarnya.
Ketika ditanya mengenai alasan pemilihan bonsai sebagai objek pameran, Tania mengungkapkan bahwa tanaman tersebut dipilih karena memiliki keunikan tersendiri. Bonsai dinilai sebagai tanaman yang tidak banyak dimiliki orang, memerlukan perawatan yang khusus, dan memiliki nilai estetika yang tinggi.
“Bonsai itu kan tanaman yang cukup langka, tidak semua orang punya. Cara merawatnya juga tidak sembarangan, karena butuh ketelatenan dan keahlian khusus. Estetika dari bonsai juga menjadi daya tarik utama. Karena acara ini bernama Summer Festival, maka bonsai dianggap cocok untuk menggambarkan keindahan dan seni pertumbuhan,” jelasnya.
Pameran bonsai ini merupakan kontribusi langsung dari Dr. Muhammad Islah Idrus, S.E., M.Si., CRA., CRP., CRMP., yang dikenal sebagai tokoh utama atau pionir dalam pelaksanaan festival ini. Sementara itu, pameran butik digagas dan diisi oleh Dr. Nurhilalia, S.E., M.Si., sedangkan galeri investasi syariah ditangani oleh Eka Astra Susilawaty, S.AB., M.M. Ketiga dosen ini berperan aktif dalam menghadirkan keberagaman tema dalam pameran, yang diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa.
Selain ketiga pameran tersebut, kehadiran warkop KPN Perintis juga menjadi pelengkap yang menambah semarak kegiatan. Warkop ini merupakan unit usaha dari koperasi kampus, yang secara khusus dilibatkan dalam kegiatan ini untuk meramaikan suasana.
“Warkop KPN Perintis ini memang sengaja diikutsertakan untuk meramaikan acara. Meskipun fokus utamanya tetap pada pameran bonsai, kehadiran warkop ini memberi nuansa santai yang mendukung tema festival,” jelas Tania.
Harapan terhadap kegiatan ini pun tidak sedikit. Ayu, salah satu panitia yang terlibat dalam pelaksanaan, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat terus dikembangkan menjadi lebih besar dan melibatkan lebih banyak jurusan di Politeknik.
“Harapan kami, semoga ke depannya acara ini bisa jadi lebih besar lagi. Karena ini baru awal, mudah-mudahan nanti bisa bergabung dengan jurusan lain juga, sehingga bukan hanya Akuntansi saja yang terlibat, tapi semua jurusan di Poltek bisa ikut serta,” ujarnya penuh optimisme.
Sambutan dari para pengunjung juga cukup positif. Beberapa pengunjung menyatakan kekaguman dan kebahagiaan mereka karena kampus menghadirkan acara semacam ini. Seorang mahasiswa yang datang ke pameran menyebutkan bahwa acara seperti ini memberikan penyegaran setelah aktivitas perkuliahan yang padat.
“Baru kali ini ada kegiatan seperti ini di kampus. Bisa jadi tempat refreshing setelah kuliah. Selesai kelas, pikiran mumet, jadi senang bisa lihat-lihat pameran seperti ini,” tutur salah satu mahasiswa yang hadir.
Acara ini juga mengangkat slogan inspiratif sebagai semangat dan filosofi dari kegiatan, yaitu:Accounting Summer Festival — The Art of Growth
“Grow through what you go through”
Dengan semangat kolaborasi, estetika, dan pertumbuhan, Accounting Summer Festival menjadi langkah awal Jurusan Akuntansi dalam membangun tradisi event kreatif dan edukatif di lingkungan kampus, sekaligus membuka jalan untuk sinergi antar jurusan kedepannya. [TRF/446, MAP/417]


