Tiga Tim PNUP Bawa Inovasi Wirausaha ke KMI Expo XVII

Metanoaic.id Tiga tim wirausaha mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) mengikuti rangkaian Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII yang digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, 28 September–1 Oktober 2026. Selain memamerkan produk, keikutsertaan dalam ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas relasi, menguji kemampuan pemasaran, sekaligus melihat langsung inovasi kewirausahaan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Salah satu tim PNUP menjelaskan bahwa kegiatan selama expo tidak hanya berfokus pada presentasi produk. Tim juga secara langsung menawarkan produk kepada pengunjung dan peserta dari perguruan tinggi lain yang datang ke tenant.

Presentasi dilakukan di tenant dengan durasi 15 menit, terdiri atas lima menit pemaparan dan 10 menit sesi tanya jawab. Materi yang disampaikan mencakup produk yang ditawarkan, pemasukan yang telah diperoleh, hingga perkembangan usaha yang telah dicapai.

“kita tidak hanya presentasi, tetapi menawarkan produk kita pada pengunjung dan teman-teman peserta yang lainnya,” ujar salah satu anggota tim.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak keberangkatan tim PNUP pada Minggu, 27 September 2026 pukul 07.00 WITA. Tim tiba di lokasi penginapan pada sekitar pukul 14.00 WIB dan melakukan registrasi yang diwakili oleh ketua tim. Seluruh anggota kemudian mulai berada di lokasi kegiatan pada 28 September untuk mempersiapkan dan mendekorasi tenant yang telah disediakan.

Tenant PNUP berada di pelataran area Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed, tepat di samping kanan pintu gerbang kampus. Lokasi tersebut menjadi tempat tim memamerkan sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung selama expo berlangsung.

Dalam prosesnya, tim menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah bagaimana menarik perhatian mahasiswa dan pengunjung yang melintas agar tertarik mengenal serta membeli produk yang ditawarkan. Persiapan presentasi juga menjadi tantangan tersendiri karena tim harus mampu menyampaikan perkembangan usaha dalam waktu yang terbatas.

Baca Juga:  Tekad DEMA dan BEM Periode 2019/2020 Sebagai Pilar Revolusi

Selain itu, kerja sama antaranggotanya menjadi salah satu tantangan utama yang mereka hadapi selama kegiatan.

Meski begitu, pengalaman selama KMI Expo memberikan sejumlah kesan bagi tim. Mereka tidak hanya bertemu dengan peserta dari berbagai daerah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melihat langsung beragam inovasi usaha dari mahasiswa perguruan tinggi lain.

Salah satu pengalaman yang dianggap berkesan adalah ketika tim berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah, termasuk Lamongan. Kehadiran pengunjung yang antusias serta kesempatan menyaksikan beragam pakaian adat Indonesia dari Sabang sampai Merauke turut menjadi pengalaman yang tidak mereka dapatkan dalam kegiatan sehari-hari di kampus.

Tim juga sempat mendapat kunjungan dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menjadi juara pertama pada kategori Bisnis Digital. Interaksi tersebut menjadi salah satu pengalaman yang memperlihatkan bagaimana mahasiswa dari perguruan tinggi lain mengembangkan usaha dan inovasinya.

Bagi mahasiswa PNUP yang memiliki ide usaha tetapi masih ragu untuk memulainya, tim berpesan agar tidak terlalu takut terhadap kegagalan.

“jangan ragu untuk memulai, jangan takut gagal. Walaupun pada akhirnya gagal, tidak apa-apa. Ada banyak hal yang bisa diraih, mulai dari pengalaman, relasi baru, pelajaran dan pengetahuan yang baru, sampai bertemu orang-orang hebat yang memiliki inovasi unik,” ungkapnya.

Menurut tim, bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi justru dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan usaha. Kegagalan tidak selalu menjadi akhir, tetapi dapat menjadi bagian dari proses untuk memperoleh pengalaman dan memperbaiki diri.

Sementara itu, dosen pendamping menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi PNUP dalam pembinaan kewirausahaan mahasiswa. Evaluasi tersebut terutama berkaitan dengan pemahaman terhadap aspek penilaian, inovasi, teknis pelaksanaan, hingga pengembangan usaha.

Baca Juga:  HMTK PNUP Kembali Menggelar Webinar Persiapan Menuju Program Kemahasiswaan Vokasi

Menurutnya, tim perlu memahami seluruh unsur yang menjadi indikator penilaian dan tidak hanya berfokus pada satu aspek, seperti dekorasi tenant. Setiap pengembangan dan pelaksanaan juga perlu didukung dengan bukti yang dapat menunjukkan perkembangan usaha secara konkret.

“kita mungkin maksimalkan tidak hanya melihat pada satu poin, misalnya hanya melihat pada dekorasinya, padahal banyak unsur penilaian lainnya. Jadi jangan hanya capek di satu item, padahal penilaian sebenarnya bukan hanya item tersebut,” jelasnya.

Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bagi PNUP untuk memperkuat pembinaan kewirausahaan mahasiswa pada kegiatan serupa ke depannya. Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap aspek penilaian dan pengembangan usaha, mahasiswa diharapkan dapat mempersiapkan diri secara lebih matang ketika kembali berkompetisi di tingkat nasional. [SA/467][AL/485]

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

BERITA TERBARU