Tak Lagi Dibakar, PKM-PM SERUNI Olah Jerami Jagung Jadi Pakan Ternak di Tompobulu

Metanoiac.id Tim PKM-PM Politeknik Negeri Ujung Pandang melaksanakan program SERUNI (Sirkularisasi Jerami Jagung sebagai Solusi Olah Limbah Hijau) bersama Mitra Kelompok Dasawisma Tompobulu, DesaTompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Program ini berlangsung selama empat bulan, mulai bulan Mei hingga Agustus, ini berfokus pada pengolahan limbah jerami jagung menjadi pakan ternak awetan berupa silase.

Program SERUNI dilaksanakan sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan limbah jerami jagung di Desa Tompobulu. Selama ini, limbah jerami jagung masih kerap dibakar oleh masyarakat sehingga menghasilkan asap yang dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Melalui program ini, jerami jagung yang sebelumnya kurang dimanfaatkan diolah menjadi pakan ternak yang memiliki nilai guna.

Selain mengurangi permasalahan limbah pertanian, program SERUNI juga bertujuan meningkatkan keterampilan Kelompok Dasawisma dalam memanfaatkan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode CBL (Community Based Learning) yang terdiri atas empat tahapan. Tahap awal adalah Community Understanding Phase, yaitu proses memahami kondisi masyarakat melalui wawancara awal dan identifikasi permasalahan. Tahap kedua, Collaborative Action Phase, dilakukan melalui pelatihan pembuatan silase, pengemasan, pelabelan, dan pemasaran produk.

Selanjutnya, tahap Capacity Strengthening Phase dilakukan melalui penguatan organisasi dan manajemen kelompok. Tahap terakhir adalah Sustainability Phase, yang meliputi kaderisasi, monitoring, evaluasi, serta penyusunan rencana keberlanjutan program.

Ketua PKM-PM, Muh. Sayyirul Riadil Al Latief, menyampaikan bahwa limbah pertanian masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan apabila dikelola dengan tepat.

“Limbah bukan sekadar sisa, tetapi sumber daya yang dapat diolah menjadi solusi bagi masyarakat.”

Salah satu peserta, Ibu Yanti, juga menyampaikan manfaat yang diperoleh setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat karena saya jadi mengetahui bahwa jerami jagung yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi pakan ternak yang bernilai guna. Melalui kegiatan ini, saya juga mendapatkan keterampilan baru yang dapat saya terapkan dan kembangkan secara mandiri ke depannya.”

Baca Juga:  COVID-19 Mengambil Biaya Operasional

Melalui program SERUNI, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengolahan jerami jagung menjadi silase, tetapi juga memperoleh keterampilan dalam pengemasan, pelabelan, dan pemasaran produk. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Kelompok Dasawisma untuk mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian secara mandiri.

Keberlanjutan program juga menjadi perhatian Tim PKM-PM. Program SERUNI diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi dapat menjadi dasar bagi masyarakat Desa Tompobulu dalam mengembangkan pemanfaatan limbah jerami jagung. Untuk mendukung keberlanjutan tersebut, tim mendorong adanya sinergi dengan pemerintah desa dan pihak terkait agar pengolahan silase dapat terus dikembangkan dan direplikasi sebagai kegiatan produktif masyarakat.

Program ini didampingi oleh Dr. Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar, S.T., M.T., dengan Muh. Sayyirul Riadil Al Latief sebagai ketua. Tim juga terdiri atas Fatimah Azzahrah, Nayla Syakira Ridwan, dan Nadya Rezky Ramadhani sebagai anggota.

Melalui SERUNI, Tim PKM-PM Politeknik Negeri Ujung Pandang berupaya menghadirkan solusi dalam mengurangi limbah pertanian sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat. Pengolahan jerami jagung menjadi silase diharapkan dapat menjadi langkah nyata menuju pemanfaatan potensi lokal yang lebih produktif dan berkelanjutan. [SZA/476][SMR/472]

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

BERITA TERBARU