METANOIAC.id Ketua Panitia PIMPol 2026, Muhammad Sidiq Dwi Putra, S.T., M.T. resmi meniadakan tiga cabang olahraga pada pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Politeknik (PIMPol) 2026. Keputusan tersebut mencakup cabang olahraga kategori basket, voli, dan mini soccer sebagai langkah mitigasi yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik dan merusak citra kampus.
Keputusan ini disampaikan dalam rapat koordinasi PIMPol yang digelar pada Rabu, 1 April 2026, di Ruang Rapat Lantai 1 PNUP. Rapat tersebut melibatkan unsur pimpinan kampus, jurusan, hingga organisasi kemahasiswaan guna membahas teknis pelaksanaan serta pembentukan tim pelaksana kegiatan. (https://www.metanoiac.id/2026/04/02/mengusung-tema-resopa-pimpol-2026-siap-digelar/)
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Andi Muhammad Subhan, S.T., M.T., menegaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi kejadian pada pelaksanaan PIMPol 2025, yang dimana pada hari ketiga 23 April 2025 cabang mini soccer sempat diwarnai kericuhan yang memicu ketegangan antar pendukung.
“Untuk mini soccer, dalam dua tahun terakhir terjadi keributan, bahkan ada hingga kejadian pada malam hari. Sebagai pimpinan, ini menjadi perhatian serius karena menyangkut nama baik kampus,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Andi Muhammad Subhan, S.T., M.T. menilai bahwa potensi konflik dan gangguan keamanan dalam kategori cabang olahraga tersebut cukup tinggi. Langkah pending kategori cabor tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi untuk menghindari risiko yang lebih besar di masa mendatang.
“Ini bukan hanya soal kegiatan, tetapi juga mempertimbangkan aspek yang lebih luas. Langkah yang kami ambil sebagai bentuk mitigasi karena pimpinan tidak ingin lagi memberi ruang bagi potensi kericuhan, mengingat yang lebih utama adalah marwah kampus,” tambahnya.
Keputusan tersebut menuai kekecewaan bagi sebagian peserta rapat. Mereka menilai, penghentian ketiga kategori tersebut akan menurunkan euforia PIMPol tahun ini. Dan, tidak menjadi jaminan bahwa PIMPol tahun ini tidak akan terjadi kericuhan (dengan pemberhentian ketiga kategori cabor). Peserta rapat mengusulkan untuk memperbaiki dari skala aturan, pemberian sanksi yang lebih tegas ke masing-masing jurusan, dan pembentukan tim KomDis sehingga ketiga kategori cabor tersebut tetap diadakan.
”Mari kita lihat trend tahun ini dahulu. Hanya di-pending (ketiga kategori cabor), bukan ditiadakan selama pelaksanaan PIMPol. Perlu ditekankan, pengadaan PIMPol ini bukan hanya menyangkut euforia, tetapi sebagai ajang minat dan bakat (mahasiswa PNUP) untuk dibawa nantinya ke PORSENI sebagai perwakilan PNUP. ”
Dirasa kurang menjawab, peserta rapat menginginkan adanya langkah antisipasi, bukan langkah mitigasi. Peningkatan keamanan, baik dari sisi internal maupun meminta bantuan pihak eksternal menjadi salah satu usulan solusi yang diberikan.
”Tidak penting itu minta keamanan dari (pihak) luar, itu malah menunjukkan kesan bahwa Politeknik (PNUP) tidak bisa diatur”, tegas Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Ia menambahkan, tanggung jawab pengendalian kegiatan seharusnya berada pada internal kampus dengan penguatan koordinasi dan kedisiplinan seluruh elemen yang terlibat. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa apabila dalam pelaksanaan PIMPol 2026 masih terjadi kerusuhan, maka kegiatan tersebut tidak akan dilanjutkan.
“Jika PIMPol 2026 tetap berlangsung kisruh, maka kegiatan ini akan ditutup,” jelasnya.
PIMPol 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 18 April 2026, dengan fokus pada kegiatan ilmiah dan pengembangan kreativitas mahasiswa. Kampus berharap, dengan adanya penyesuaian ini, pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih kondusif, aman, dan tetap memberikan dampak positif bagi seluruh civitas akademika. [EL/455, MAP/417]


