Senin, Mei 20, 2024

Mengenang Kartini, yang Mewarnai Sejarah Indonesia dan Kartini di Era Sekarang

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

METANOIAC.id Raden Ajeng Kartini atau yang lebih dikenal sebagai Kartini. Ia adalah sosok perempuan yang sangat berpengaruh dalam sejarah Indonesia. Lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, Kartini merupakan putri dari seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Sosroningrat dan istrinya M.A Ngasirah. 

Kartini dikenal sebagai seorang pelopor dalam gerakan emansipasi wanita di Indonesia. Ia sangat peduli dengan pendidikan dan hak-hak perempuan, dan melalui tulisannya, ia memperjuangkan kesetaraan gender dan pendidikan bagi perempuan Indonesia. Serta membuka lebar kesempatan perempuan untuk berkarya dan mendorong percaya diri perempuan dalam menunjang karirnya serta  membangkitkan kualitas hidup perempuan.

Berbeda dengan Kartini di Era sekarang karena adanya globalisasi berarti perempuan tidak lagi berjuang melawan “emansipasi wanita” daerah tetapi melawan masalah-masalah sosial yang kini bersifat global. Terakhir, keberadaan Westernisme membuat perempuan menjadi hedonis dan memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap kehidupan duniawi. Tanpa disadari, sebenarnya merekalah yang melepaskan makna pelepasan ini.

Sayangnya keberadaan globalisasi juga membuat perempuan berjuang tidak hanya melawan keinginan akan hal-hal eksternal, tetapi juga melawan faktor internal, yaitu diri mereka sendiri.

Di zaman Kartini, kebanyakan perempuan Indonesia hanya bisa menghabiskan hidupnya di rumah, menuruti perintah suami dan keluarga. Kartini tidak ingin hidup seperti itu. Ia ingin belajar dan mengembangkan dirinya sendiri. Namun, sebagai seorang perempuan, ia dihambat oleh tradisi dan budaya yang mengatur peran dan tanggung jawab perempuan dalam masyarakat. Dibalik itu, Kartini tidak menyerah. Ia terus berjuang untuk meraih kebebasan dan hak-haknya sebagai seorang perempuan.

Salah satu cara yang dilakukan oleh Kartini untuk memperjuangkan hak-hak perempuan adalah melalui tulisannya. Kartini menulis surat-surat kepada teman-temannya yang belajar di Belanda, di mana ia mengungkapkan perasaannya dan pemikirannya tentang kehidupan perempuan Indonesia yang ingin dinaikkan derajatnya. Kartini bahkan memiliki keinginan untuk menjadi seorang guru, meski keinginan tersebut tak pernah terwujud karena dia harus menikah dengan Raden Adipati Joyodiningrat, seorang Bupati Rembang.

Baca Juga:  Studi Al-Qur’an dan Kajian Budaya Patriarki terhadap Kaum Perempuan

Suami Kartini sangat mendukung cita-citanya. Kartini diizinkan membangun sebuah sekolah khusus perempuan di Rembang, di mana ia mengajarkan perempuan-perempuan muda untuk membaca, menulis, dan belajar keterampilan-keterampilan lainnya. Hal ini dianggap sebagai tindakan revolusioner pada masanya, karena pada waktu itu hanya sedikit perempuan yang memiliki kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri.

Sayangnya, Kartini meninggal dalam usia sangat muda yakni 25 tahun. Namun, warisan dan pengaruhnya tetap terasa hingga kini seperti karya-karyanya yang terkenal, seperti “Habis Gelap Terbitlah Terang” dan “Surat-surat Kartini”, menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia. Pada tahun 1964, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini, untuk memperingati perjuangan Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan pendidikan di Indonesia.

Kartini merupakan sosok perempuan hebat yang telah mewarnai sejarah Indonesia dengan pemikirannya yang maju dan progresif pada zamannya. Ia membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk meraih hak-hak yang sama dengan laki-laki, dan memperjuangkan pendidikan sebagai kunci untuk memperbaiki kehidupan perempuan Indonesia. Meskipun telah berlalu lebih dari 100 tahun sejak Kartini meninggal, warisan dan pengaruhnya masih dirasakan hingga saat ini, dan menjadi inspirasi bagi banyak perempuan Indonesia untuk terus berjuang dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Kita takkan pernah melupakan sosok seorang pahlawan emansipasi yang melawan diskriminasi dan memperjuangkan hak-hak yang sama untuk semua orang. Sosok ini akan selalu dikenang sebagai simbol keberanian dan ketekunan dalam perjuangan menuju dunia yang lebih adil dan merdeka. Untuk mengenang sosoknya didirikanlah Sekolah Kartini di berbagai daerah, seperti di Semarang, Malang, Madiun, dan Cirebon, Pekalongan, Bogor (Buitenzorg) serta Jakarta. [MY/388]

 

Baca Juga:  Imoralitas Lembaga Kemahasiswaan

Referensi:

https://www.kompas.com/skola/read/2022/09/09/100000769/mengenal-r.a-kartini-sang-pahlawan-emansipasi-wanita?page=all

https://indonesiabaik.id/infografis/makna-perjuangan-ra-kartini-bagi-perempuan-modern 

https://kumparan.com/bily-nazal/perjuangan-kartini-demi-emansipasi-wanita

https://nasional.sindonews.com/read/748853/15/hari-kartini-21-april-sejarah-perjuangan-emansipasi-perempuan-1650445493

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU