Pemadaman Listrik di PKM Merupakan Bentuk Teguran

Motor. Kondisi motor yang sedang parkir di bahu jalan depan PKM, Senin (7/11). [MT/350]

METANOIAC.id Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) sejak 14 Januari 2022 telah memberlakukan larangan parkir di bahu jalan depan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Namun, hal ini masih saja menjadi permasalahan.

Terhitung dari sejak diberlakukannya larangan tersebut, hingga saat ini masih ada saja mahasiswa yang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan depan Gedung PKM. 

[Baca juga: Tulisan Depan PKM: DILARANG PARKIR DI SEPANJANG JALAN]

Alhasil dengan kebijakannya pihak keamanan mengambil tindakan dengan melakukan pemadaman listrik di PKM apabila mahasiswa tetap tidak tertib dalam memarkirkan kendaraannya. 

Crew Metanoiac berkesempatan mewawancarai Abdul Hamid salah satu pihak keamanan yang bertugas pada Senin (8/11) untuk mengkonfirmasi terkait hal tersebut.

Menurut keterangan Abdul Hamid, bahwa ia selalu mengingatkan mahasiswa agar tidak memarkirkan kendaraannya di bahu jalan karena ini menyangkut keamanan mereka. 

"Disitukan sudah ada tanda larang dan mengganggu apabila anda parkir, apalagi kadang sembrono disusun dua. Lewat mobil dosen, ini untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau terserempet bagaimana? Lagipula untuk apa parkiran disiapkan luas-luas," jelasnya.

Ia juga menyarankan bagi mahasiswa apabila parkiran PKM telah penuh, mereka dapat memarkirkan kendaraan di samping pos satpam.

Namun, ketika ia menegur mahasiswa secara lisan mereka malah mengabaikannya. Maka dari itu, pihak keamanan memilih untuk memadamkan listrik di PKM sebagai bentuk teguran. 

"Kebijakan dari saya selaku pihak keamanan yang bertugas saat ini, dan saya sudah sampaikan bahwa apabila dalam 15 menit tidak ditertibkan maka saya akan padamkan lampu di PKM," ungkap Abdul. 

Disisi lain, apabila mahasiswa telah memindahkan kendaraannya dari bahu jalan. Maka, pihak keamanan akan kembali menyalakan listrik di PKM. 

Ia meminta kerjasama dari mahasiswa untuk saling mengingatkan terkait hal tersebut. Karena pihak keamanan terkadang mendapatkan teguran dari Pimpinan mengenai masalah ini. Ditambah personil keamanan yang terbatas jumlahnya.  

Abdul berharap kepada mahasiswa agar membiasakan diri untuk disiplin. Karena ini merupakan hal yang cukup simpel. Cukup dengan menghindari hal yang dilarang dan tidak melanggarnya.

"Juga saya berharap, anak-anak lebih memahami lagi agar lebih tertib. Menjadi contoh yang baik. Jangan lagi seperti anak-anak yang selalu mau ditegur. Kalian ini adalah seorang calon sarjana loh," harapannya. [ICU/368]

Posting Komentar

0 Komentar