Tragedi Maut Pasca Pertandingan BRI LIGA 1 antara Arema FC Vs Persebaya


Kerusuhan. Potret kerusuhan yang terjadi setelah pertandingan antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya. [Sumber: nasional.okezone.com]

METANOIAC.id Kerusuhan terjadi pasca pertandingan antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (1/10). Sampai saat ini, sebanyak 127 orang terkonfirmasi meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut.

Korban jiwa terdiri dari dua anggota kapolri dan para suporter. Sebanyak 34 orang dikabarkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, sementara 93 orang lainnya meninggal di rumah sakit. 

Berawal dari oknum Pendukung Arema FC melakukan aksi kurang terpuji dengan turun kelapangan usai tim kesayangannya mengalami kekalahan dari Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menyatakan bahwa kerusuhan bermula ketika sekitar 3.000 suporter turun kelapangan pasca pertandingan. Mereka tidak puas dikarenakan tim kesayangannya mengalami kekalahan di kandang sendiri.

"Dari 40 ribu penonton, tidak semua anarkis. Hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," kata Nico dalam konferensi pers Ahad, (2/10).

Aparat kepolisian juga menembakkan gas air mata yang mengakibatkan para suporter berdesak-desakan untuk keluar lapangan, sehingga banyak suporter yang mengalami sesak napas.

"Mereka pergi keluar ke satu titik di pintu keluar, kalau nggak salah itu 10 atau pintu 12. Kemudian terjadi penumpukan di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak napas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim pergabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion," Ucap Nico.

Selanjutnya korban di evakuasi di rumah sakit terdekat. Ada empat rumah sakit yang digunakan untuk mengevakuasi para korban diantaranya yaitu, RS. Wava Husada, RS. Teja Husada, RSUD Kanjuruhan, hingga ada yang dilarikan ke rumah sakit di Kota Malang.

Setelah kejadian tersebut, dikutip dari Bola.net Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan menyebutkan Arema FC akan menerima sanksi berat atas tragedi Kanjuruhan. Iriawan menyebut tim berjuluk Singo Edan itu dihukum tidak boleh menggelar laga kandang di sisa musim Liga 1 2022/23.

Pria yang disapa Iwan Bule itu juga menegaskan bahwa Arema FC bakal dihukum berat atas insiden mengerikan tersebut.

"Untuk sementara kompetisi Liga 1 2022/2023 kami hentikan selama satu pekan. Selain itu, tim Arema FC dilarang menjadi tuan rumah selama sisa kompetisi musim ini," imbuhnya. [MT/350]

Posting Komentar

0 Komentar