Jumat, April 12, 2024

Lapangan Tenis: Fasilitas Kampus atau Fasilitas Kaum Privilege?

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

 

Pintu. Tampak dari dekat pintu masuk lapangan tenis yang tidak tergembok, Rabu (3/8). [ICU/368]

METANOIAC.id Fasilitas kampus merupakan segala sesuatu yang dapat menunjang kegiatan masyarakat kampus. Salah satu fasilitas kampus yang sudah tidak asing lagi yaitu lapangan tenis, yang terletak di Kampus I Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP).

Lokasinya tepat di antara tiga jurusan yaitu Teknik Mesin, Teknik Kimia dan Teknik Sipil. Lapangan tenis ini tak jarang digunakan untuk beberapa kegiatan kemahasiswaan misalnya saja perhelatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Politeknik (Pimpol) 2022 yang telah digelar selama satu pekan (30/5 – 4/6).

Lapangan Tenis. Penampakan lapangan tenis yang beratap terletak di Kampus I PNUP, Sabtu (13/8). [AN/336]

Lapangan Tenis. Penampakan lapangan tenis yang tidak beratap terletak di Kampus I PNUP, Sabtu (13/8). [AN/336]

Namun, beberapa bulan terakhir aktivitas umum yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa di Lapangan Tenis dibatasi dengan di gemboknya pintu masuk.

Berdasarkan hal tersebut crew Metanoiac berkesempatan mewawancarai Zul Ainun salah satu mahasiswa jurusan Teknik Kimia.

Zul Ainun mengungkapkan bahwa selama beberapa bulan terakhir ia secara langsung memantau terkait aktivitas-aktivitas yang terjadi di Lapangan Tenis, berhubung penelitiannya berada disekitar area tersebut. 

“Jadi awalnya itu lapangan tenis terbuka untuk umum, siapapun dan kegiatan apapun bisa masuk mulai dari makan siang, study club, dan sharing-sharing yang merupakan program dari Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK), hingga sore pun ada juga latihan taekwondo, tarung derajat dan bermain tenis,” ungkap Zul Ainun.

[Baca juga: Setelah Tiga Bulan, Audiensi Akbar Menemui Titik Terang].

Seiring berjalannya waktu, mahasiswa masih diperbolehkan untuk beraktivitas di area lapangan tenis, misalnya makan siang dan kegiatan-kegiatan lainnya. 

“Hingga sampai sekitar bulan seminar proposal (Sempro) pada akhir Februari, tepatnya (21/2) banyak yang berfoto di Lapangan Tenis. Kemudian setelah berfoto sampah seperti buketnya dibuang begitu saja, tidak dibersihkan jadi sampahnya menumpuk di dalam,” ungkapnya.

Dengan berjalannya waktu, pada pertengahan bulan Maret aktivitas untuk mahasiswa di Lapangan Tenis telah dibatasi. Yang awalnya dibebaskan untuk keluar-masuk namun sudah diberlakukan pembatasan.

“Jadi pagi tertutup siang terbuka, terkadang pula beberapa mahasiswa yang sudah sempro masih masuk untuk foto di situ,” pungkasnya.

Di akhir bulan Maret, akhirnya lapangan tenis ditutup sepenuhnya untuk umum (khususnya mahasiswa). Pintu lapangan tenis di gembok sehingga mahasiswa tidak dapat masuk lagi kecuali dengan izin (menyurat secara resmi untuk melakukan kegiatan). 

Sekitar hampir 3 bulan, tetap ada orang yang bermain tenis tetapi kuncinya dipegang oleh mereka (pemain tenis) dan juga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tarung Derajat berhubung sekret mereka terletak di sana. Sampai sekarang, lapangan tenis hanya terbuka untuk mereka yang memiliki izin untuk masuk. 

Baca Juga:  Kasus Pencurian di Kampus Hitam yang Tak Pernah Usai

“Misal waktu Pimpol terbuka untuk dipakai untuk lomba taekwondo dan karate. Kemudian waktu kegiatan Persma, jadi untuk saat ini lapangan tenis bisa digunakan hanya untuk kegiatan khusus, UKM Tarung Derajat, serta pemain bola tenis. Selebihnya itu tertutup untuk umum,” tambah Zul.

Pemain tenis yang notabenenya berasal dari PNUP itu sendiri diantaranya Direktur, Wakil Direktur (WD), dosen-dosen dan sebagainya. 

Di samping itu alasan mengapa lapangan tenis saat ini ditutup untuk umum karena kondisi lapangan yang kian hari semakin kotor, akibat tidak dijaganya kebersihan. 

Zul Ainun sendiri memberikan tanggapan terkait hal tersebut, melihat masih banyaknya mahasiswa yang acuh dalam menjaga kebersihan fasilitas kampus tersebut.

Ia menyampaikan bahwa agar kiranya dibuat aturan tertulis untuk menjaga kebersihan serta petugas kebersihan yang dapat mengawasi apabila ada yang melanggar dengan diberikan teguran.  

“Atau solusi lainnya adalah itu lapangan tenis sekalian ditutup saja untuk umum, kemudian diberi papan tulisan bukan untuk umum, biar kita sebagai mahasiswa tidak merasa bahwa ini lapangan tenis cuman sebagai fasilitas pelengkap yang tidak bisa digunakan,” ungkapnya.

“Dari yang selama ini saya lihat, minat mahasiswa di bidang tenis itu sangat rendah, jadi mahasiswa lebih menggunakan lapangan tenis untuk kebutuhan sosial yang non resmi ketimbang perhelatan resmi. Tempat terbuka umum yang sering digunakan untuk berkumpul dan kebutuhan sosial lainnya sejauh ini yaitu kantin serta gazebo jurusan masing-masing,” tutup Zul.

[Baca juga: Pembangunan Telah Rampung, Rusunawa Hingga Kini Belum Beroperasi].

Di samping itu, Nurul Fitrah selaku mahasiswa PNUP yang turut menggunakan lapangan tenis mengungkapkan alasan terkait penutupan fasilitas tersebut.

“Alasan yang saya dengar dari salah satu dosen bahwa beberapa waktu lalu mahasiswa masuk namun meninggalkan sampah-sampahnya. Entah itu sisa buket atau makanan intinya disitu tercecer, itulah yang membuat dosen mengeluh. Sehingga bapak direktur langsung menggembok nya juga langsung membeli tiga gembok cadangan,” jelas Fitrah.

Nurul Fitrah pun menambahkan bahwa jika ingin masuk lapangan tenis hanya untuk sekedar foto-foto, sebaiknya meminta izin dulu dan kebersihannya perlu dijaga demi merawat fasilitas kampus.

“Kalau ini selalu saya tanya bahwa jika cuma ingin foto-foto maka jangan meninggalkan apapun serta meminta izin dahulu dan lebih bagusnya kalau ada minat bakat bola tenis jadi penggunaan fasilitas kampus tidak disalah gunakan,” tambah Fitrah.

Suasana. Suasana sore hari di Lapangan Tenis terlihat kedua pemain tengah melakukan permainan bola tenis, Rabu (3/8). [ICU/368]

Baca Juga:  Alami pemadaman listrik selama 3 hari di Gedung PKM, Ini Alasannya

Crew Metanoiac juga berkesempatan mewawancarai Sirajuddin Omsa selaku WD II menjelaskan terkait lapangan tenis ini.

Saat ditanya perihal tujuan dibangunnya lapangan tenis di Kampus I PNUP, ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut dibangun khusus untuk mahasiswa.

“Lapangan tenis sejatinya dibangun untuk mahasiswa, serta dosen pun juga bisa menggunakannya yang terpenting ada schedule nya agar tidak bertabrakan, bahkan mahasiswa melawan dosen juga bisa, yang terpenting di atur. Dan bidang akademik serta kemahasiswaan yang memberikan aturan-aturan jadwal,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa dosen akan bangga ketika mahasiswanya dapat berprestasi di beberapa cabang olahraga (cabor), misalnya permainan tenis lapangan ini.

Sirajuddin Omsa mengungkapkan bahwa pembangunan lapangan tenis yang berlokasi di Kampus I memakan anggaran pembangunan yang tidak terlalu besar, berbeda dengan apabila ingin membangun seperti gedung sekolah, perpustakaan, ataupun Laboratorium (Lab) baru.

“Ini dananya tidak terlalu besar, karena Lab yang terbaru saja dananya sekitar 3-4 miliar, Lab. Sipil 1 miliar lebih, jadi bukan tidak memprioritaskan kepentingan mahasiswa, maka hal tersebut saya katakan manfaatkan fasilitasnya, tinggal di atur saja karena banyak orang yang ingin memakainya, dan kita pun welcome jika mahasiswa ingin menggunakan,” jelas Sirajuddin.  

WD II menanggapi perihal di gemboknya pintu masuk ke dalam lapangan tenis, ia menegaskan tujuannya agar supaya tidak sembarangan orang masuk didalamnya. 

“Mungkin mahasiswa sendiri yang membuat mahasiswa tidak bisa memakainya, coba dibentuk itu untuk bagian dari UKM Senior, saya bolehkan dan memang harus mahasiswa, kita bikin sarana olahraga seharusnya mahasiswa yang diutamakan karena itu di bangun untuk mahasiswa,”ujarnya.

“Saya bukan pemain tenis tapi saya tahu bahwa semua fasilitas yang bangun disini untuk mahasiswa yang paling diutamakan karena mahasiswa stakeholder yang paling penting, pemegang kepentingan yang paling penting. Jika mahasiswa tidak ada, maka tidak ada juga perguruan tinggi,” jelasnya.

Ia menanggapi terkait pernyataan narasumber yaitu solusi aturan tertulis untuk lapangan tenis, misalnya untuk menjaga kebersihan dari lapangan tenis.

“Sebenarnya masalah kebersihan bukan hanya di tempat tersebut diberikan denda tapi semua tempat yang ada disini diberikan denda, bahkan saya mempunyai rencana tetapi belum jalan, yaitu bagaimana me-reduce sampah plastik disini,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selain pemain tenis yang berasal dari PNUP memang ada pemain dari luar kampus salah satu alasan dibalik hal tersebut adalah sebagai ajang silaturahmi antar dosen PNUP dengan orang luar.

Ia menuturkan harapannya dengan terjalinnya silaturahmi untuk kedepannya dapat meningkatkan lagi kerjasama dan bagaimana agar supaya alumni PNUP dapat diserap secara langsung ke perusahaan terkait. [ICU/368 WIE/382]

spot_img

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU

close
Banner iklan disini