Waspada! Curanmor di PNUP Kembali Geger

Parkiran. Beberapa motor yang terparkir di salah satu parkiran Jurusan Teknik Elektro Kampus I PNUP, Kamis (28/7). [HR/332]

METANOIAC.id Pencurian sepeda motor baru-baru ini terjadi di parkiran Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Diketahui sebanyak dua sepeda motor mahasiswa PNUP telah hilang di tempat dan hari yang sama yakni pada Selasa (26/7).

Ternyata kejadian  pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ini bukan pertama kalinya, namun pernah terjadi pada 12 November 2019 dan 9 Desember 2019 silam di Kampus I PNUP. 

[Baca selengkapnya: Kasus Pencurian terus Berlanjut, Bukti Kampus tidak Aman Lagi]. 

Crew Metanoiac berkesempatan mewawancarai kedua korban curanmor via WhatsApp. Korban pertama bernama Yusran yang merupakan mahasiswa PNUP membeberkan kronologi sebelum dan setelah ia kehilangan motornya. 

"Jadi, saya memarkirkan motor saya di Parkiran Jurusan Elektro PNUP sekitar pukul 09.00 WITA. Kemudian saya kembali ke parkiran sekitar pukul 11.00 WITA setelah UAS, namun motor saya sudah tidak ada di parkiran beserta helm saya," jelas Yusran.

Yusran juga menambahkan bahwa ia tidak lupa mengambil kunci motornya, namun keadaan motornya pada saat itu tidak terkunci leher. 

Setelah mendapati motornya yang tidak ada di parkiran, ia pun segera melapor ke pihak keamanan PNUP dan Polisi Sekitar Tamalanrea (Polsek Tamalanrea). 

[Baca juga: Pencurian Motor dan Helm, Tenaga Keamanan perlu Penambahan Anggota].

Tak jauh berbeda dengan Yusran, Kevin Bryan Paladang juga mengalami hal yang serupa dengan Yusran yakni menjadi salah satu korban curanmor. Crew Metanoiac juga meminta Kevin menjelaskan kronologi kejadian curanmor tersebut.

"Sekitar pukul 15.00 WITA saya ke parkiran dan mendapati motor saya sudah tidak ada, kemudian saya langsung melapor ke pihak keamanan, menurut petugas keamanan sekitar pukul 11.00 WITA ada mahasiswa Teknik Elektro yang melapor kehilangan motor. Jadi menurut petugas, motor saya hilang bersamaan dengan motor mahasiswa tersebut," jelas Kevin.

[Baca juga: Kasus Pencurian di Kampus Hitam yang Tak Pernah Usai].

Kejadian ini telah di konfirmasi oleh Peltu Purn Ruma selaku Koordinator Keamanan PNUP. "Pada tanggal 26 Juli 2022, saya sudah mendapat laporan dari korban," ucap Ruma. 

Menurut Ruma, dalam kasus ini bukan tidak mungkin ada indikasi orang dalam. "Tidak menutup kemungkinan ada orang dalam di kampus. Jangan sampai ini ada jaringannya, tidak mungkin ini orang masuk kalo tidak ada orang dalam," jelasnya. 

Ruma juga menyinggung persoalan CCTV. "Seandainya ada CCTV itu kan kelihatan (pencuriannya), tapi itukan tidak ada CCTV di sana (parkiran). Saya hanya mengusulkan kemarin mudah-mudahan ada pengadaan CCTV. Ini CCTV bukan hanya dipasang di dalam ruangan, memang harus di sini (parkiran). Mudah-mudahan didukung sama pimpinan supaya kalo ada kehilangan langsung saya buka," ungkap Ruma. 

Pemeriksaan. Pemeriksaan STNK untuk pengendara roda dua yang dilakukan oleh petugas keamanan PNUP di Gerbang Utama Kampus I PNUP,Jum'at (29/7). [AN/336]

Pemeriksaan. Pemeriksaan STNK untuk pengendara roda dua yang dilakukan oleh petugas keamanan PNUP di Gerbang  Belakang Kampus I PNUP, Jum'at (29/7). [AN/336]

Sebagai Koordinator Keamanan PNUP, Ruma telah melaporkan kasus curanmor ini ke Polsek Tamalanrea dan telah melakukan pencarian di luar area kampus, namun sampai saat ini belum berhasil. 

Selain itu ia juga menurunkan personil keamanan PNUP beserta Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) untuk membantu penyelidikan kasus curanmor tersebut. 

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi pencurian motor kedepannya yaitu, pihak keamanan melakukan pemeriksaan STNK dari pagi sampai sore untuk kendaraan roda dua di setiap gerbang PNUP baik itu di Kampus I maupun Kampus II. Ruma juga mengatakan bahwa pemeriksaan ini tidak berjalan satu sampai dua hari saja namun bisa jadi berkepanjangan sampai keadaan sudah aman berdasarkan pemantauan di lapangan.

Sementara itu dari pihak Yusran selaku korban yang dikonfirmasi ulang hingga pada Sabtu (30/7) belum ada kabar baik atau tanda-tanda motornya ditemukan. [AN/336 HR/332]

Posting Komentar

0 Komentar