Pemangsa

[Sumber: suara.com]


Seorang perempuan berjalan sumringah
Menjinjing tas dan setumpuk kertas 
Menapaki lorong-lorong panjang 
Langkahnya pasti tanpa rasa cemas
Pikirannya tertuju pada seputar pertanyaan

Namun, takdir baik tak memihak
Ruang yang awalnya tempat edukasi
Kini menjelma menjadi tempat bejat
Tempat menyalurkan fantasi para predator
Hewan liar lapar yang berlindung di balik gelar pendidik

Angan-angan pun dibuat roboh seketika
Tatapan kosong, tertunduk lesu penuh malu
Tekanan penyesalan menghantam dari berbagai sisi
Berusaha mengais sisa keberanian yang ada
Angkat suara berjuang membela kehormatan

Namun, lagi dan lagi tak terdengar
Pengakuan korban kembali dipertanyakan
Disalahkan dan didera sanksi sosial
Korban dipaksa untuk bungkam 
Menunggu jiwanya mati perlahan

[SLV/335]

Posting Komentar

0 Komentar