Beda Konsep Antara Taman Siswa dan Sekolah Rintisan Belanda

Hardiknas. Logo Hari Pendidikan Nasional 2022 (Hardiknas)
[Sumber: Kemdikbud.go.id]

METANOIAC.id Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau lebih dikenal Ki Hajar Dewantara adalah seorang Pahlawan Nasional sekaligus sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia. Lahir pada 2 Mei 1889 yang setiap tahunnya dijadikan sebagai peringatan Hari Pendidikan Nasional atau disingkat dengan Hardiknas.

Salah satu sistem pendidikan yang diciptakan beliau yakni konsep pendidikan Taman Siswa yang memiliki dasar sistem Among dengan tujuan untuk memberikan kebebasan berkembangnya anak didik sesuai kodratnya yaitu sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial.  Dengan sistem ini, pelaksanaan pendidikan lebih didasarkan pada minat dan potensi apa yang dimiliki dan perlu dikembangkan oleh murid-muridnya.

Menariknya, konsep ini sekarang justru digunakan oleh negara Finlandia. Negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia, dengan melakukan penerapan bahwa para murid tidak menjalani jam belajar yang full day, tidak mendapatkan beban pekerjaan rumah (PR) tambahan sampai bikin stress dan tidak dibombardir oleh berbagai tes dan ujian.

Sedangkan konsep pendidikan negara kita saat ini, lebih condong ke sistem pendidikan dahulunya merupakan kebiasaan dari kolonial belanda yang sekarang kita sebut sekolah.

Taman Siswa. Ki Hajar Dewantara mendirikan institusi pendidikan bernama National Onderwijs Institute Taman Siswa pada 3 juli 1922. [Sumber: twitter]

Berbeda dengan Taman Siswa, sekolah rintisan Belanda mempunyai agenda khusus untuk diarahkan pada penciptaan tenaga kerja terampil dikalangan kaum pribumi dengan upah yang sangat rendah untuk dipekerjakan pada perusahaan-perusahaan dagang VOC.

Kemudian pada akhir era abad ke-19 dan awal abad ke-20, belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal yang lebih terstruktur kepada rakyat Indonesia, diantaranya:

  1. ELS (Europeesche Lagere School) – Sekolah dasar bagi orang eropa
  2. HIS (Hollandsch-Inlandsche School) – Sekolah dasar bagi pribumi
  3. MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) –  Sekolah menengah
  4. AMS (Algeme(e)ne Middelbare School) – Sekolah atas
  5. HBS (Hogere Burger School) –  Pra Universitas.

Terlepas dari semua agenda Belanda, tidak menampik fakta bahwa sekolah rintisan Belanda juga melahirkan banyak cendekiawan-cendekiawan yang akhirnya membawa Indonesia kepada kemerdekaan.

"Ing Ngarsa Sung Tulada

Ing Madya Mangun Karsa

Tut Wuri Handayani" 

SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2022!

[CDR/372]

Posting Komentar

0 Komentar