Jumat, Mei 24, 2024

Human Right Fest, sebagai Wadah Silaturahmi dan Merefleksi Kasus-kasus Pelanggaran HAM

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |
Puisi. Para hadirin festival Human Right Fest yang sedang menyaksikan persembahan puisi di aula Asrama IPMI Sidrap, Rabu (8/12). [CAN/377]

METANOIAC.id Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Komite Aksi Hak Asasi Manusia (HAM) menggelar Human Right Fest dengan tagline HAM Dikorupsi. Festival berlangsung di aula Asrama IPMI Sidrap pada Rabu (08/12).


Festival tersebut merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Komite Aksi HAM sebelum tanggal 10 Desember yang diperingati sebagai hari HAM Internasional.


Sonika selaku koordinator teamwork mengatakan bahwa festival kemanusiaan ini selain menjadi tempat silaturahmi untuk semua organisasi yang mengadvokasi isu-isu pelanggaran HAM, juga memperlihatkan kita semua bagaimana pelanggaran HAM itu nyata dan terjadi di sekitar kita.


“Sebelumnya tidak nyangka bakal banyak sekali yang datang karena beberapa hari ini cuaca kurang bersahabat. Festival ini kalau bisa dibilang ajang silaturahmi dan juga mengajak untuk membuka mata dan sadar ada banyak sekali pelanggaran HAM yang terjadi di sekitar kita. Dibuktikan dari testimoni-testimoni yang disampaikan teman-teman,” jelasnya.


Fahri, salah satu anggota Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) menerangkan bahwa tujuan festival ini salah satunya untuk merefleksi kembali kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia yang telah berlangsung sekian lama dan tak kunjung diselesaikan oleh pemerintah.


“Di lain sisi, Human Right Fest ini juga sebenarnya menjadi wadah untuk merangkul kembali elemen solidaritas gerakan masyarakat sipil khususnya yang ada di Makassar, yang kita ketahui bahwa elemen gerakan masyarakat sipil saat ini tengah redup beberapa bulan yang diakibatkan karena pandemi Covid-19,” terangnya. 


Ia juga menerangkan saat ini tidak ada tindakan yang serius dari pemerintah untuk menyelesaikan kasus-kasus HAM di masa lalu. Pemerintah justru menimbulkan kasus-kasus pelanggaran HAM baru dan terkesan tidak memiliki niat untuk menyelesaikan segala problematika kasus pelanggaran HAM.

Baca Juga:  Mengembangkan Bakat, HMM-PNUP Kembali Menggelar Olimpiade Mesin


“Setelah disahkannya Omnibus Law dan diberlakukannya sekarang, akhirnya semakin memperluas perampasan ruang hidup. Undang-undang yang kemudian pro rakyat seperti RUU Masyarakat Adat, RUU PKS, belum juga disahkan. Sehingga hal itu yang kemudian dapat disimpulkan bahwa rezim oligarki Jokowi-Ma’ruf itu sangat anti terhadap HAM atau pemenuhan HAM,” tambahnya.


Lebih lanjut Fahri menerangkan terkait pelanggaran HAM. Bahwa hal tersebut juga bersinggungan langsung dengan kasus-kasus agraria seperti perampasan lahan yang merupakan hak dasar manusia.


“Ketika hak dasar itu dirampas, maka secara langsung HAM itu dicabut, seperti kasus perampasan lahan yang terjadi di Bara-Baraya. Negara lewat instansi hukumnya telah melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Bara-Baraya yang secara sah merupakan pemilik tanah yang mereka tempati sejak tahun 1960 dengan memenangkan penggugat pada saat banding di Pengadilan Tinggi Makassar tanpa mempertimbangkan fakta-fakta hukum yang ada,” tutupnya.


WhatsApp Image 2021-12-09 at 23.01.11

Mural. Mural yang dibuat pada festival Human Right Fest, Rabu (8/12). [CAN/377]


Rhandy, yang merupakan anggota Front Mahasiswa Kerakyatan (FMK) juga menerangkan bahwa sampai saat ini secara signifikan pelanggaran HAM terus terjadi dan hal itu dirawat oleh penguasa. Serta perlindungan dan pemenuhan hak seringkali dikesampingkan pemerintah.


“Hal semacam itu, dia dirawat betul oleh penguasa. Mulai dari Papua misalnya, sampai saat ini banyak korban yg terus berjatuhan. Baru-baru ini perampasan ruang hidup di Marafenfen juga jadi hal yang melukai kita semua. Perlindungan ada, tetapi jika berbenturan dengan kepentingan yang gigantik, hal mengenai perlindungan dan pemenuhan hak akan dikesampingkan,” terangnya.


Herliati, salah satu anggota Wahana Lingkungan Indonesia (WALHI) mengungkapkan bahwa sangat banyak pelanggaran HAM yang terjadi khususnya di bidang lingkungan. Beberapa diantaranya adalah hak atas informasi yang sangat jarang didapatkan oleh masyarakat yang notabene lingkungannya dirusak, tanahnya dirampas, atau wilayah tangkapnya diambil alih. Hak atas pembangunan, pemerintah saat ini tidak mempertimbangkan dengan baik manfaat maupun stabilitas pembangunan. Pembangunan saat ini hanya mengarah pada investasi dan kemajuan perencanaan pembangunan wilayah kota serta tidak mendistribusikan manfaat pembangunan itu ke masyarakat sekitar. Hak atas pekerjaan dan mencari nafkah, perampasan tanah dan pengrusakan wilayah tangkap oleh penambangan atau kegiatan industri lain akan menghilangkan sumber pendapatan masyarakat kecil. Hak atas lingkungan yang baik dan bersih, perampasan lahan terjadi bersamaan dengan kerusakan lingkungan, sedimentasi bekas tambang akan memperkeruh air laut di sekitar wilayah tangkap. 

Baca Juga:  Mechatronics Day 6th, Sukses Menampilkan Proyek Teknologi Inovasi Mahasiswa


“Hal ini dilakukan oleh pemerintah dan korporasi-korporasi yang semisal dia punya wilayah konsesi yang dekat dengan pemukiman warga atau di wilayah tangkap nelayan tidak melakukan sosialisasi atau konsultasi publik serta pemulihan bagi nelayan dan perempuan pesisir yang sampai saat ini belum juga terpenuhi,” tutupnya. [CAN/377 GIT/351]

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU