Searching...
Kamis, 28 Oktober 2021

Edaran. Surat Edaran Rektor UNHAS Mengenai Akses Pintu Nol. [IST]

METANOIAC.id Universitas Hasanuddin (UNHAS) mengeluarkan surat edaran tertanggal 18 Oktober 2021 dengan nomor 28517/UN4.1/RT.06.01/2021 tentang pemberlakuan kebijakan bagi Sivitas Akademika Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP)  untuk akses pintu masuk dan keluar melalui pintu nol dan menutup jalan di depan Fakultas Kehutanan. 

Kebijakan ini merupakan bagian dari rangkaian untuk mengurangi tingkat kepadatan kendaraan dalam kampus guna mengatur jalur kampus dan memberikan akses jalan secara efektif. Hal ini disebabkan karena ketidakseimbangan volume jalan dengan jumlah kendaraan. 

Saat diwawancarai kru Metanoiac, Sirajuddin Omsa selaku Wakil Direktur II (WD II) mengungkapkan bahwa pihak PNUP melakukan tindakan cepat terkait surat tersebut dengan bertemu Sekretaris UNHAS untuk meminta kearifan. “Merespon surat tersebut kami bergerak cepat dengan bertemu Rektor UNHAS melalui Sekretaris UNHAS. Kita minta kearifan rektor, bagaimana solusinya mengurangi kepadatan di pintu 1. Kemungkinan ketika pintu 2 dibuka bisa saja kita minta akses lewat pintu 2, karena yang menyebabkan flow kendaraan berpusat di pintu 1 itu adalah ditutupnya pintu 2,” jelasnya.

Sedangkan untuk pemberlakuan kebijakan penutupan jalan di depan Fakultas Kehutanan belum ada kejelasan apakah akan ditutup sementara atau permanen. “Belum jelas dan kita minta supaya jangan ditutup karena jalur dua sudah diperbaiki,” ucapnya.

Selain itu Ia juga menyampaikan jika benar akses utama masuk dan keluar kampus dialihkan ke gerbang belakang PNUP maka akan diatur agar tidak terjadi kepadatan dan kemungkinan besar jalan akan diperbaiki dan ditata. “Akan kita atur, agar lalu lintas belakang tidak padat. Kemungkinan jalanan belakang akan diperbaiki dan ditata oleh PEMDA karena itu di luar tanah kita,” pungkasnya.

Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak perlu khawatir dengan isu ini karena tidak ada kaitannya dengan  PNUP yang berpotensi terusir. “PNUP ini adalah tanah milik Negara, bukan milik UNHAS. Berarti tidak akan ada potensi terusir, Departemen Keuangan yang memiliki kuasa barang dan kuasa anggaran. Jadi, tidak perlu takut, kami jamin,” ucapnya tegas.

Walaupun demikian  belum ada pembicaraan antara Direktur PNUP dengan Rektor UNHAS mengenai hal tersebut, dikarenakan keduanya tengah mempersiapkan keberangkatan ke luar kota. "Bu rektor berangkat ke Jakarta besok (Rabu) dan Pak Direktur berangkat ke Jakarta hari Kamis, mungkin tidak ditempat yang sama. Jadi kita menunggu Direktur dan Rektor UNHAS pulang, mudah-mudahan pekan depan bisa ketemu," jelas WD II, Selasa (26/10).

Sementara itu A. Hasmaniar Mumtazah selaku mahasiswa jurusan Administrasi Niaga PNUP yang berkesempatan diwawancarai melalui WhatsApp sangat menyayangkan jika kebijakan tersebut diterapkan. “Kalau saya pribadi pastinya sangat menyayangkan hal tersebut. Kita juga tahu pintu gerbang utama PNUP baru saja selesai direnovasi, bahkan untuk jalan utama dari gerbang menuju gedungnya pun masih sementara proses perbaikan. Pastinya renovasi gerbang dan perbaikannya cukup memakan banyak biaya, jadinya akan sia-sia jika gerbang utama PNUP dialihkan ke gerbang belakang,” jelasnya. Rabu (27/10/2021). [CAN/377 SYL/355 HR/332]

0 komentar: