Jumat, Mei 24, 2024

Tuhan, Manusia & Semesta

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

 

Sumber: afi.unida.gontor.ac.id

METANOIAC.Id Samar dan buram adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan tentang tidak jelasnya hubungan antara Tuhan, manusia, dan semesta pada arus kehidupan yang kita arungi hingga saat ini. Sudah terlalu banyak ketidakpastian dan kemungkinan yang terus muncul dalam kehidupan ini. Hubungan dari ketiga aspek yang bersangkutan (Tuhan, manusia, dan semesta) selalu menyisakan misteri yang tiada batas dan mustahil untuk dipecahkan. Inilah yang disebut dengan skenario kehidupan yang telah diracik oleh Yang Mahakuasa diatas segala-galanya dengan mutlak. Banyak dari kita yang selalu terlena dan lupa akan siapa jati diri kita yang sebenarnya dan apa tujuan diciptakannya kita, sehingga masih bisa menghirup oksigen yang bumi ini berikan sampai sekarang ini. Kita manusia, adalah mahkluk yang istimewa karena diberikan akal oleh yang Maha Pencipta dan Maha Pengampun.

Namun miris dan memprihatinkan, masih banyak diantara kita yang selalu lupa untuk terus bersyukur dan terus bersyukur. Kita lupa akan hakikat dihidupkannya kita. Kita semua selalu berbuat salah dan dungu. Terlena dan lalai dengan hal yang menjadi kewajiban untuk diri kita. Namun, bukan manusia namanya jika tidak pernah melakukan kesalahan. Apalagi kesalahan yang bernama “dosa” dikehidupan nyata yang ada sekarang ini. Dalam kehidupan ini, segala sesuatu terkadang realitanya tidak sesuai dengan ekspektasi (distopia). Itulah hidup, sebuah skenario drama yang samar dan tak karuan. Hanya Tuhan yang sadar betapa bobroknya perilaku kita sebagai makhluk ciptaannya. Dilain sisi, di berbagai tempat yang entah dimana lokasi pastinya, akan selalu kita temukan manusia-manusia penyintas yang dengan arogannya memandang diri mereka sebagai Tuhan itu sendiri. Merekalah para pembangkang, pemberontak, dan orang-orang yang munafik dan pendusta. Mereka bisanya hanya bersenang-senang dan berfoya-foya di dunia yang esensinya hanyalah tempat persinggahan bagi kita, sebelum menuju ke tempat pembalasan akan kebobrokan yang telah kita perbuat semasa tinggal di tempat kecil dari luasnya semesta ini.

Baca Juga:  Pendaftaran IFLC 2019 Telah Dibuka

Kita selalu saja lupa dan tidak tahu berterima kasih terhadap segala nikmat yang diberikan-Nya kepada kita semua. Kita selalu saja berbuat dosa dan luput setiap saat dari hakikat diciptakannya kita. Padahal kita terus diberi nikmat yang membuat kita bisa hidup di dunia ini. Kita terlalu rakus dan tidak pernah puas dengan nikmat yang diberikan-Nya. Seperti salah satu contohnya itu terjadi beberapa waktu yang lalu di Kabupaten Wajo, terjadi sebuah kasus yang dimana kasus tersebut merupakan kegiatan pesugihan. Pesugihan adalah suatu cara untuk memperoleh kekayaan secara instan tanpa harus bekerja keras layaknya orang bekerja pada umumnya dengan syarat melakukan kerja sama dengan setan, jin, atau iblis. Pesugihan yang dilakukan oleh sekeluarga tersebut didapati disebuah video rekaman amatir berdurasi kurang lebih sekitar dua menit dan sempat tersebar di sebuah akun media sosial yang namanya tidak dapat disebutkan. Video tersebut menampilkan proses berlangsungnya ritual pesugihan tersebut, yang dimana di dalamnya tampak dua orang anak kecil yang dibaringkan dan masing-masing dipegang oleh lima orang dengan setiap orangnya ada yang memegang tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, kaki kiri, dan kepala dari si anak. Adapun satu orang tambahan yang berperan sebagai eksekutor dan terlihat si eksekutor itu mencoba untuk mencongkel bola mata anak yang dijadikan tumbal tersebut. Terdengar anak itu menangis dengan sangat histeris & menjerit kesakitan. Ritual ini dimaksudkan sebagai tumbal dalam proses pesugihan yang dilakukan oleh keluarga tersebut. Dari sini dapat kita ambil kesimpulan, bahwa manusia memang terlahir dengan memiliki sifat rakus dan tidak pernah puas secara alami dan sudah menjadi salah satu sifat asli manusia yang paling orisinil. Dewasa ini, kita mestinya berpikir dan terus bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini dan lebih menyadari kebiasaan-kebiasaan buruk yang menyesatkan kita. Kita manusia selalu belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah terjadi di masa lampau. Namun, terkadang kesalahan-kesalahan yang menjadi kebiasaan sukar untuk dihilangkan. Namun kita bisa mencoba untuk terus belajar dan memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi dan menjadi sosok manusia yang ideal dan bermanfaat sebagai penggerak dalam peradaban dan kehidupan dunia di semesta ini . [KIO/327]

Baca Juga:  Aksi 2 Mei 2018 merupakan agenda yang diorganisir


Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU