Jumat, April 12, 2024

Ramadan Tidak Bermedsos

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |
Setiap tahun yang namanya Ramadan itu bertamu ke kediaman kita, tamu ini sangat egois. Suka ataupun tidak, mesti disambut dengan baik. Yah, kan malu sama tetangga jika ada tamu lantas dibiarkan berdiri di depan pintu, dengan sangat terpaksa tamu itu disambut dengan hangat.
 
Eitss, jangan berprasangka buruk dulu, Ramadan ini bukan tamu biasa melainkan tamu agung. Wajar jika tuan rumah mesti memuliakannya melebihi tamu-tamu lainnya. Tidak heran jika tuan rumah mesti menyetrika baju koko yang telah lama tersusun rapi di lemari dan mengelap tempelan debu pada Alquran, itu semua dilakukan dengan dalih “menyenangkan tamu” yang satu ini.
 
Padahal dalam adab, tamu hanya diperbolehkan berkunjung tiga hari tetapi dia malah menambah durasinya hingga 30 hari. Kembali lagi kita menggunakan kata “wajar” untuk tamu agung.
 
Dalam kunjungannya selama 30 hari ini, ia memiliki agenda tersendiri untuk dilaporkan pada atasannya dan ada tiga fase yang mesti dilalui untuk sampai ke partai puncak. Agendanya adalah menyaksikan dan mengawasi manusia yang beribadah.
 
Wah, menarik juga jika fase-fase ini dianalogikan dengan liga champions, dimana pada babak penyisihan setiap klub bertarung untuk mengisi slot yang tersedia agar tidak tersingkirkan kemudian melangkah ke babak play off dengan menyisakan sedikit klub dan akhirnya di partai puncak tersisa dua klub yang saling mengalahkan agar dapat mengangkat tropi.
 
Seperti halnya dengan agenda Ramadan, fase awal manusia berbondong-bondong melaksanakan puasa dan salat tarawih sehingga masjid pun terasa sangat kecil karena sesak oleh jemaah, fase pertengahan mulai banyak orang tidak konsisten dan gugur. Pada akhirnya yang mengangkat tropi adalah orang-orang bertakwa, dimana mereka menggunakan strategi dan memiliki mentalitas juang yang tak pantang menyerah untuk menyandang gelar juara pada “Liga Ramadhan”.
 
Tetapi jangan senang dulu kawan, ini baru hasil pengawasan Ramadan sebagai bentuk pertanggungjawaban bahwa dia telah melaksanakan tugas. Kan, atasan yang berhak menilai bahwa hal itu diterima atau tidak, bahwa kau pemenang sesungguhnya atau tidak.
 
Puasa artinya menahan, yaitu menahan lapar dan dahaga mulai dari sebelum azan subuh berkumandang hingga matahari terbenam merupakan tafsiran berpuasa untuk anak kecil. Masa iya, kita yang memilki umur dewasa disamakan dengan anak kecil? Namun, saya tidak ingin membahas lebih spesifik mengenai makna puasa karena pada intinya puasa mengajarkan kita untuk menahan dir dari hal-hal buruk.
 
Zaman sekarang ini dihiasi oleh alat-alat canggih yang serba memudahkan. Ditambah lagi dengan efek pandemi Covid-19 mengharuskan manusia untuk mengubah kebiasaan hidupnya. Bukan sekadar mematuhi protokol kesehatan, melainkan juga beralih pada kehidupan digital atau “online”.
 
Setiap hari kita dituntut dan dipaksa untuk online, kemana-mana membawa smarthphone agar tidak ketinggalan informasi dan dapat berkomunikasi dengan sesama menggunakan media sosial. Semua orang sepakat bahwa perubahan adalah hal yang niscaya, konsekuensi logis untuk dapat bertahan hidup adalah beradaptasi.
 
Ketika puasa diadaptasikan dengan konteks era ini, maka berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan menahan agar tidak berlebihan dalam menggunakan medsos. Ini merupakan momentum agar tidak terlampau jauh kecandauan dalam bermedsos.
 
Puasa medsos inilah tema yang sebaiknya diusung kemudian disampaikan oleh para mubaligah pada saat berceramah di awal-awal bulan suci ini. Lain juga rasanya pada saat ustadz berdiri di mimbar lantas jemaahnya hanya asyik bercengkarama dengan gawainya. Lagi pula ini bukan sekolahan jika murid kedapatan bermain HP oleh gurunya diberi sanksi dikeluarkan dari kelas.
 
Untuk meringankan beban penceramah, ada baiknya pengurus masjid lebih kreatif dalam mengingatkan jemaah dalam urusan ini. “Harap smartphone di non-aktifkan” merupakan peringatan kuno dan hampir keseluruhan masjid memasang poster itu di dinding-dinding ataupun seorang protokol menyampaikannya sebelum ustadz menyampaikan isi ceramahnya.
 
Kalau boleh saran, pamflet itu diganti dengan kalimat “Harap Smarthphone di mode pesawatkan karena kita akan terbang”. Selain mengajak jemaah berpikir, ustaznya pun ikutan berpikir.
 
Jika semua orang memahami makna kalimat tersebut, Ramadan pun tidak terhegemoni untuk ikut-ikutan bermedsos.
Penulis: A. Wira Hadi Kusuma
Baca Juga:  KONSTRUKSI SOSIAL
spot_img

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU

close
Banner iklan disini