Rabu, Mei 22, 2024

Tentang Perempuan, Sistem, dan Stigma

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

Kyal Sin ‘Angel’ yang tewas tertembak saat demo Myanmar (Sumber: Facebook)

METANOIAC.Id Kyal Sin atau “Angel” dalam bahasa inggris, gadis remaja Myanmar berusia 19 tahun tewas tertembak saat ia mengikuti aksi protes menolak kudeta militer di negaranya pada Rabu (3/3/2021). Pada hari kepergiannya, ia mengenakan kaos hitam yang bertuliskan “Everything Gonna be Okay” yang artinya “Semuanya akan Baik-Baik Saja” yang menjadi simbol, harapan, dan semiotika keadaan massa dan bangsa Myanmar saat itu.

Seorang demonstran yang bersama dengan Kyal Sin pada hari itu, Myat Thu menganggap “Angel” adalah insan perempuan yang sangat berani, terutama saat mengikuti aksi demonstrasi menolak kudeta militer Myanmar. 

“Ketika polisi melepaskan tembakan, dia mengatakan kepada saya ‘Duduk! Duduk! Peluru akan menghantammu. Anda terlihat seperti berada di atas panggung’,” kenang Myat Thu, dikutip dari Reuters.

“Angel” selalu menenteng sebuah botol coca-cola ditangannya, tidak hanya untuk diminum tapi juga untuk membantu para demonstran lain yang terkena gas air mata. Selain itu, “Angel” juga berani menendang pipa air yang ditemukan di pinggir jalan hingga terbuka agar para demonstran dapat membersihkan wajah akibat gas air mata yang dilontarkan aparat. Tak hanya itu, ia juga berani membalas tembakan gas air mata dengan melempar selongsongan tear gas itu ke arah asalnya.

“Dia merawat dan melindungi orang lain sebagai kawan,” tambah Myat Hu.

Berita mengenai kepergian “Angel” terdengar di seantero dunia, tak terkecuali Indonesia yang mungkin Metareaders telah mengetahui sebelumnya melalui media pemberitaan lain.

“Angel” merupakan salah satu contoh dan bukti nyata bahwa perempuan juga bisa melawan, perempuan tidak harus berada di dapur dan di rumah, perempuan tidak boleh menerima sebuah kondisi apa adanya, perempuan tidak boleh pasrah akan keadaan, perempuan harus memiliki ruang akan sebuah pergerakan, dan menjadi sebuah indikasi bahwa peran perempuan di dunia tidak boleh dipandang sebelah mata oleh siapapun.

Baca Juga:  Tekad DEMA dan BEM Periode 2019/2020 Sebagai Pilar Revolusi

Sistem sosial yang Patriarkis menciptakan sebuah kondisi dan melahirkan sebuah stigma, bahwa laki-laki lah yang harus memegang kekuasaan, menjadi sentral, mendominasi, memiliki otoritas, dan meletakkan perempuan sebagai manusia kelas dua. Sistem ini menjadikan laki-laki memiliki privilege atau hak istimewa akan perempuan dalam lingkup personal, bernegara, politik, ekonomi, sosial, dan masih banyak lagi. 

Disisi lain, budaya seksisme membagi gender kedalam klasifikasi yang kaku, membuat kondisi masyarakat yang berprasangka dan menganggap bahwa salah satu jenis kelamin lebih superior atau lebih baik daripada jenis kelamin yang lain. Contohnya mungkin banyak kita temui dalam ungkapan “Laki-laki harus kerja, perempuan harus jaga rumah,” atau “Laki-laki itu berpikir logis, sedangkan perempuan lebih emosional,” atau stigma “Perempuan tidak perlu pendidikan yang tinggi, toh ujung-ujungnya kerja di rumah.”

“Angel” secara tidak langsung mengingatkan kita kembali, bahwa sistem patriarki dan budaya seksis juga harus dibasmi dan dilawan oleh siapapun. Baik oleh kalangan laki-laki maupun perempuan itu sendiri melalui gerakan aktif dalam berbagai bentuk, seperti pemberian hak yang setara, penghapusan stigma negatif terhadap setiap gender, klasifikasi sosial berdasarkan gender, dan banyak bentuk lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. 

Hari Perempuan Sedunia jatuh pada hari ini, 8 Maret 2021. Tulisan ini saya buat dan dedikasikan untuk seluruh perempuan-perempuan di dunia, perempuan yang terus berlawan, perempuan yang berdiri di atas kaki mereka sendiri, buruh perempuan, ibu dosen di kampus, seorang ibu di dalam keluarga, ibu rumah tangga tunggal, dan perempuan yang merdeka dari segala tekanan sosial. 

Izinkan saya mengajak Metareaders untuk kembali mengevaluasi dan mengingat kembali mengenai kondisi sosial masyarakat kita saat ini dan setiap insan agar dapat merefleksikan diri melalui tulisan ini.

Baca Juga:  HMTK PNUP Salurkan Donasi untuk Korban Bencana Banjir di Kabupaten Jeneponto

Akhir kata, saya Muktihaniro Rizky Akbar secara pribadi memohon maaf apabila terdapat kalimat atau kata yang keliru dan tidak tepat, maupun pandangan saya sendiri yang cacat. [AKB/314]

Selamat Hari Perempuan Internasional!

Sumber berita Myanmar:

https://www.suara.com/news/2021/03/04/132632/perempuan-19-tahun-ditembak-mati-militer-myanmar-saya-tak-akan-lari?page=all


Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU