Jumat, Mei 24, 2024

Langkah

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |

Sang mentari perlahan mengintip di lautan angkasa, semilir angin terkontaminasi dengan sejuknya udara pagi, permulaan yang sangat bersahabat untuk memulai sebuah aktivitas. Berangkat pagi buta untuk menimba ilmu di kampus merupakan rutinitas yang tak pernah Aku tinggalkan kecuali kondisi kesehatan yang kurang baik.

Di perjalanan menuju kampus, pikiranku teringat kala mahasiswa baru yang masih sangat lugu dan tak tahu apa-apa mengenai kondisi kampus. Pakaian yang tidak seragam memudahkan aku untuk mengetahui kondisi perekonomian setiap mahasiswa, sehingga mengharuskan setiap orang untuk berpenampilan semenarik mungkin agar tidak dipandang sebelah mata.

Pengajaran yang diberikan pun berbeda jauh sewaktu sekolah dulu, di kampus aku dituntut untuk semandiri mungkin untuk mempertanyakan hal-hal yang tidak diketahui ditambah lagi beban tugas yang jauh lebih berat. Hal tersebut merupakan suatu yang lumrah mengingat semakin tinggi tingkat kelas seseorang, maka semakin berat ujian yang dihadapinya.

Pikiranku dihentikan oleh lampu jalan berwarnakan merah dan sejenak terdistraksi melihat kendaraan yang semakin ramai membunyikan klakson, bertanda setiap orang tergesa-gesa untuk sampai ke tujuannya. Mengingat tidak lama lagi aku meninggalkan kampus menuju kehidupan yang sebenarnya, terlintas pertanyaan di benakku, apakah idealisme yang selama ini ku genggam erat dengan mudahnya terlepas begitu saja ketika menginjak dunia kerja?

Yah, setiap orang pasti memiliki prinsip hidup termasuk aku, tetapi tergantung bagaimana prinsip tersebut kita pegang teguh. Pemandangan yang mencengangkan bahwa tidak sedikit dari kita menjual idealisme dan prinsip hidup dikarenakan khawatir dengan tuntutan kebutuhan hidup, padahal Tuhan telah menjamin rezeki kita.

Bunyi klakson yang keras membuatku tersadar dari lamunan, lampu jalan pun telah berganti menjadi warna hijau membuat tanganku kembali menyentuh tangan motor untuk menancap gas.

Baca Juga:  Studi Al-Qur’an dan Kajian Budaya Patriarki terhadap Kaum Perempuan

Terkadang perjalanan membuat kita lebih mengerti tentang makna sebuah kehidupan.

Sesampai di kampus, seperti biasanya mahasiswa berkumpul sembari bersenda gurau membicarakan hal-hal yang menurutnya menarik. Itupun yang aku lakukan dulu untuk menghilangkan sedikit kepusingan yang melanda diakibatkan tugas yang sangat banyak.

Meskipun begitu, beban tanggung jawab sebagai seorang mahaiswa cukuplah besar tetapi realitas yang terjadi di era ini justru sebaliknya, kebanyakan dari kita lebih mengutamakan penampilan fisik daripada yang tersembunyi di balik fisik tersebut. Kita lebih senang mengenggam ponsel canggih yang bermerek ketimbang menenteng buku-buku, larut dalam kesedihan saat melihat nilai buruk daripada melihat teman yang lagi kesusahan ditimpah musibah, bahkan lebih sering mengunjungi pusat perbelanjaan daripada perpustakaan yang ada di kampus.

Esensi kampus semakin meredup. Kampus saat ini bukanlah sebuah kebutuhan primer bagi mahasiswa untuk menimba ilmu, tetapi hanya sekadar formalitas belaka untuk mendapatkan ijazah menuju dunia kerja. Kampus hanyalah persinggahan agar kita tidak disebut sebagai pengangguran.

Apakah hal ini yang ingin kita tanamkan kepada calon penurus bangsa kedepannya dan anak cucu kita? Seharusnya, sekarang kita lebih merefleksikan diri dengan tindakan-tindakan yang selama ini kita lakukan, karena apa yang ditanam maka itu yang dituai dan itulah cara alam semesta memperingatkan kita agar lebih arif dalam melakukan sesuatu.
Aku percaya bahwa setiap orang memiliki tujuan hidup agar dapat berbahagia, namun zona nyamanlah yang membuat kita tidak berani memutuskan langkah untuk menggapai visi hidup yang kita dambakan sehingga terjebak pada rutinitas membosankan yang membuat jiwa kita memberontak.
Meminjam kutipan dari Fiersa Besari bahwa “Yang membedakan pemenang dengan pecundang hanya satu: pemenang tahu cara berdiri saat jatuh, pecundang lebih nyaman tetap ada di posisi jatuh.
Pilihan berada ditangan kita, apakah kita berani mengambil risiko dengan memutuskan langkah yang ingin kita capai atau malah sebaliknya?
Penulis : A. Wira Hadi Kusuma

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU