Jumat, April 12, 2024

Tulisan Kontroversial tanpa Diksi

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |
Screenshot tulisan opini di artikel sebelum diubah.


METANOIAC.id Belakangan ini banyak tulisan-tulisan fenomenal dan atau kontroversional yang berkembang dalam masyarakat kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Sebut saja tulisan tentang ‘Lapak Buku HMI yang Dibubarkan Satpam PNUP’ yang terbit di situs web corongpenggerak.wordpress.com

Singkatnya, tulisan itu tentang aksi pembubaran stand pendaftaran Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan lapak baca buku di kantin kampus satu PNUP oleh Satuan Pengamanan (Satpam).


Ada lagi nih! tulisan opini dari A. Fatimah Hardianti yang terbit di artikel kompasiana.com tanggal 1 Oktober 2019 dengan judul ‘Diskursus yang Dimatikan PNUP’.

Terkait dengan tulisan opini, pada dasarnya semua orang bisa menulis terlebih untuk menulis opini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) opini diartikan sebagai pendapat, pikiran, atau pendirian. 

Menulis opini berarti menyebarluaskan gagasan. Dengan menulis opini, seseorang dapat mentransfer ide dan gagasannya ke ruang publik. Ketika sudah memasuki ruang publik, pilihannya hanya ada dua yaitu bisa mempengaruhi publik atau tidak, dengan cara gagasan yang ditulisnya bisa diterima atau justru diperdebatkan. 

Dilansir dari medium.com/marsileawahyu bahwa opini memang bisa diartikan sebagai pandangan seseorang tentang suatu masalah. Namun tidak hanya sekadar pendapat, pendapat tersebut bersifat ilmiah. Pendapat yang bisa dipertanggungjawabkan dengan berdasar dalil-dalil ilmiah.

Karena itu, untuk menulis opini juga dibutuhkan riset. Riset merupakan penguat dari argumentasi penulis untuk menekankan gagasannya. 

Bagaimana jadinya jika opini yang dituangkan dalam tulisan tanpa melalu riset untuk mengetahui benar atau tidaknya? Itu sama halnya dengan ‘hoaks’.

Mengutip dari paragraf ketiga tulisan opini A. Fatima “beberapa tahun silam lembaga pers dibekukan. Kabarnya karena berani mempertanyakan kemana uang mahasiswa. Setelah lembaga tersebut aktif, setiap artikel harus diverifikasi pihak kemahasiswaan. Itu artikel atau tugas besar, kok asistensi?” 

Cukup tersinggung dengan ungkapan tak berdasar fakta yang ia ‘celotehkan’ dalam tulisannya. Pers Mahasiswa (PERSMA) PNUP tidak pernah dibekukan! Dikatakan dibekukan jika telah dikeluarkan Surat Keputusan (SK) pada saat itu. Namun, kenyataannya tidak ada SK dari birokrasi yang sampai ke tangan pendahulu. 

Pada saat itu memang terjadi konflik antara PERSMA PNUP dengan pihak birokrat kampus. Tapi, pembekuan lembaga tidak pernah terjadi. Dalam hal pemberitaan, PERSMA PNUP selalu independen dan tidak pernah memihak kepada siapapun juga.

Berita terkadang dikomentari oleh pihak birokrat kampus, yah wajar-wajar saja. Hanya sebatas komentar, tidak untuk mengubah makna tulisan.


Screenshot tulisan di website kompasiana.com setelah diubah.

Selang beberapa jam setelah tulisan opininya diperbincangkan, ternyata penulis mengubah paragraf ketiga menjadi “beberapa tahun silam, lembaga pers dibatasi geraknya. Lantaran tidak bersedia lagi menyerahkan draf berita pada birokrasi. Kunci sekretariat disita dan satu tahun lebih kegiatan jurnalistik hilang. Yah itu berita atau tugas besar, kok asistensi?”

Jelas bukan? Apa yang di ‘celotehkan’ dalam tulisannya memang tidak elok untuk dipublikasikan. Dia mungkin sadar karena memasukkan informasi yang hanya didapatkan dari mulut ke mulut. Jangan sampai mereka bermaksud untuk mengambil bulan jatuh dalam ribaan.

Selain salah kaprah di paragraf ketiga, mungkinkah paragraf yang lain juga demikian? Hanya penulisnya yang tahu. Kritiknya tajam, tapi sayang tulisannya tumpul. Kebanyakan membahas masalah yang mungkin salah raba.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan tulisan penulis dengan karyanya. Tetapi, sudah selayaknya kita berkomentar jika terjadi penyimpangan. Kalau tidak berkomentar, itu sama saja suatu kebodohan.

Semoga penulis opini itu mempunyai iktikad baik untuk mengklarifikasi agar kita elok lenggan di tempat datar. 

Bijaklah dalam menulis! [BUL/281]

Baca Juga:  Apa Itu Metaverse dan Alasan Facebook Berganti Nama
spot_img

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU

close
Banner iklan disini