Jumat, Mei 24, 2024

25 Desember bukan Hari Kelahiran Yesus Kristus

| METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |                          | METANOAIC | Torehan Tinta Pergerakan |
Ilustrasi. Kelahiran Yesus. [Sumber: Mirifica.net]

METANOIAC.id Ada kematian maka ada kelahiran. Begitulah sejatinya, ada Paskah setelah Jumat Agung dan ada Natal. Jumat Agung merupakan perayaan hari penyaliban Yesus Kristus, setelah itu Yesus bangkit dan dirayakan Paskah.

Hari ini, 25 Desember merupakan salah satu hari besar umat yang meyakini Yesus dan perayaan Natal. Natal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti kelahiran seseorang atau kelahiran Isa Almasih (Yesus Kristus).

Berabad-abad telah berlalu, tiada yang tahu pasti tanggal kelahiran Yesus namun mengapa tanggal 25 Desember diperingati sebagai hari Natal?

Dikutip dari JW.org, bahwa Alkitab tidak memberitahukan kapan persisnya Yesus lahir. Situs JW.org juga melampirkan dua referensi mengenai hal tersebut, New Catholic Encyclopedia dan Encyclopedia of Early Christianity.

Alkitab menyebutkan dua peristiwa menjelang kelahiran Yesus yang menuntun pada kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada 25 Desember.

Bukan pada musim dingin
1. Pendaftaran penduduk
Tidak lama sebelum kelahiran Yesus, Kaisar Agustus mengeluarkan ketetapan agar seluruh bumi yang berpenduduk didaftar. Setiap orang harus mendaftar di kotanya sendiri, sehingga mereka mungkin harus mengadakan perjalanan selama seminggu atau lebih. (Lukas 2:1-3) Ketetapan itu, mungkin untuk keperluan pajak dan militer, tidak disukai rakyat. Jadi, Agustus kemungkinan besar tidak akan menambah kekesalan rakyat dengan memaksa mereka mengadakan perjalanan jauh selama musim dingin.

2. Kawanan domba
Para gembala tinggal di tempat terbuka dan sedang menjalankan giliran jaga atas kawanan mereka pada waktu malam. (Lukas 2:8) Buku Daily Life in the Time of Jesus mengatakan bahwa kawanan domba berada di luar dari Minggu sebelum Paskah (akhir Maret) sampai pertengahan November. Buku itu juga mengatakan, ”Mereka melewatkan musim dingin di dalam kandang dan dari sini saja nyata bahwa tanggal tradisional untuk Natal, yaitu pada musim dingin, tidak mungkin benar, mengingat Injil mengatakan bahwa para gembala berada di padang.”

Pada awal musim gugur
Dapat diperkirakan kapan Yesus lahir dengan menghitung mundur dari kematiannya, tanggal 14 Nisan musim semi 33 M. (Yohanes 19:14-16) Yesus berusia kira-kira 30 tahun ketika ia memulai pelayanannya yang berlangsung selama tiga setengah tahun, jadi ia lahir di awal musim gugur tahun 2 SM.—Lukas 3:23.

Lalu mengapa 25 Desember dijadikan sebagai hari Natal?

Encyclopædia Britannica mengatakan bahwa para bapak gereja kemungkinan memilih tanggal itu agar bertepatan dengan perayaan kafir Romawi yang memperingati hari lahir matahari yang tak tertaklukkan, pada titik balik matahari di musim dingin.

Menurut The Encyclopedia Americana, banyak pakar percaya bahwa hal ini dilakukan agar Kekristenan lebih bermakna bagi orang-orang kafir yang menjadi Kristen. [TUT/261]
Baca Juga:  Menuju Era Transisi Energi, Srikandi PLN Bekolaborasi dengan PNUP

Vidio Untuk Anda

Video thumbnail
AFTER MOVIE KONGRES XX
01:51
Video thumbnail
Meta-Talk: Problematika Ormawa | Episode #12
43:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Kuliah Luar Negeri Bersama IISMA | Episode #11
41:47
Video thumbnail
MAY DAY - AKSI HARI BURUH | 1 Mei 2023 | Video Jurnalistik
05:51
Video thumbnail
TOLAK UU CIPTA KERJA | 6 April 2023 | Video Jurnalistik
08:38
Video thumbnail
Meta-Talk: Nahkoda Baru Kampus Hitam | Episode #10
58:47
Video thumbnail
After Movie Kongres XIX
01:52
Video thumbnail
Meta-Talk: Mengenal Metanoiac | Episode #9
21:08
Video thumbnail
Video Pengenalan Lembaga Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2021-2022
03:47
Video thumbnail
Meta-Talk: Esensi Pengaderan | Episode #8
43:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Pers Mahasiswa Dapat Dipercaya(?) | Episode #7
16:18
Video thumbnail
Meta-Talk: Industri Kreatif | Episode #6
15:44
Video thumbnail
Kilas Balik 11 April 2022 | Video Jurnalistik
09:43
Video thumbnail
Meta-Talk: Feminisme | Episode #5
16:13
Video thumbnail
Gelap Terang Kampus Hitam | Video Jurnalistik
15:52
Video thumbnail
Kantin Fana 2 | Video Jurnalistik
03:06
Video thumbnail
Meta-Talk: Self Love | Episode #4
08:11
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa Berprestasi di Luar Jurusannya | Episode #3
10:04
Video thumbnail
Meta-Talk: Mahasiswa vs Organisasi | Episode #2
16:26
Video thumbnail
Meta-Talk: Tahun Baru Bersama Direktur | Episode #1
32:01
Video thumbnail
Menilik Realisasi Janji Pembenahan Kantin | Short Documentary | PERSMA PNUP
10:15
Video thumbnail
Catatan 8 Oktober | Short Documentary | Persma PNUP | Omnibus Law
14:08
Video thumbnail
Suara Demonstran Omnibus Law | 14 Agustus 2020 | Persma PNUP
08:01
Video thumbnail
Opini Mereka Tentang Peran Media di Masa Pandemi COVID-19 | PERSMA PNUP #5
08:58
Video thumbnail
Mahasiswa VS Corona | Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang | Covid-19 | Video Jurnalis #4
10:01
Video thumbnail
New Year New Hope. Kampus 2 Politeknik Negeri Ujung Pandang. Vidio Jurnlistik Persma PNUP #2
08:59
Video thumbnail
Kantin Fana, Video Junrlis Pemindahan Kantin PNUP #1
08:09
Video thumbnail
Pendapat Sivitas Kampus Mengenai WC yang ada di PNUP
04:24
Video thumbnail
DIKLAT BELA NEGARA MABA PNUP 2018 - RINDAM XIV HASANUDDIN
17:19
Video thumbnail
Bela Negara 2018
01:00
Video thumbnail
Wawancara Pengenalan Lembaga PKKMB 2018
02:19
Video thumbnail
CARAKA Malam Bela Negara Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:58
Video thumbnail
Dokumentasi Aksi 2 Mei 2018 oleh Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
10:06
Video thumbnail
Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018
01:01
Video thumbnail
Pendidikan Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang 2018
01:00
Video thumbnail
Kunjungan Media Online Rakyatku dan Harian Fajar
01:01
Video thumbnail
Tahap Wawancara Anggota Baru Pers Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang
01:01

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU