Searching...
Sabtu, 17 Juli 2021

Poster. Gambar poster yang beredar pada koridor PNUP serta pesan siaran WA Jumat (15/6). [ist]

METANOIAC.Id Beredarnya poster yang berjudul “Kemahasiksaan” dengan memasukkan beberapa gambar dari pihak birokrasi serta berisi kritikan terhadap bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) membuat heboh civitas akademika. Pasalnya, poster tersebut tersebar sepanjang koridor kampus 1 PNUP pada Rabu, 14 Juli lalu.

Beberapa pihak birokrasi yang termasuk dalam poster kritikan diantaranya ialah Prof. Muhammad Anshar, Lidemar Halide, Muhammad Yunus, Fikar dan Ita. 

Direktur PNUP, Prof. Muhammad Anshar menganggap hal yang dilakukan oleh oknum tersebut merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab. “Tindakan itu mencemari nama baik institusi, mencela pimpinan. Apalagi tuntutannya tidak benar,” ucapnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (16/7).

Terkait kritik tersebut, ia menyebutkan bahwa hal itu tidak benar, pasalnya pengadaan dana tidak langsung tersedia karena harus persetujuan ke kementerian. Setelah itu, kantin telah ditender dan prosesnya sudah jalan sejak Maret lalu. ”Masalah kantin itu tidak benar. Sebelum ditender, ada konsultannya dan ada proses diskusi gambar hingga harganya, kemudian masuk pelaksanaan dan itu tugas pimpinan,” katanya.

Selanjutnya, kritikan terhadap Direktur PNUP poin dua yang terdapat dalam poster tertulis “Saya akan selalu menghadiri kegiatan mahasiswa.” Menurut Prof. Muhammad Anshar, ia tidak bisa menghadiri seluruh kegiatan mahasiswa. “Tidak mungkin direktur semua kegiatan hadiri semua karena ada Wakil Direktur yang bertugas pada bidang kemahasiswaan,” sanggahnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa tuntunan terkait lembur juga tidak benar karena tidak mungkin jika hari ini bekerja dan digaji pada hari yang sama. “Mana ada lembur tidak dibayar, membayar upah juga membutuhkan rekapitulasi sebab uang yang digunakan bukan milik pribadi tetapi uang negara dan sudah ada prosedur yang mengaturnya. Kalau tidak sesuai aturan, maka kami yang akan ditegur bahkan bisa dipenjara,” tambahnya. 

Mengenai kritik terhadap dirinya, Prof. Muhammad Anshar meminta jika mahasiswa ingin mengeritik maka cantumkan nama dalam poster tersebut dan sampaikan masalahnya serta data yang benar kalau seperti ini, ibarat lempar batu sembunyi tangan. “Orang dalam yang tempel itu poster (pelaku), saya sangat kecewa jika pengurus lembaga ataupun himpunan yang melakukan itu karena tidak ada yang mau mengaku. Saya tidak pernah menolak jika ada yang mau diskusi,” ucapnya.

Terkait kasus tersebut, Direktur PNUP akan memberikan sanksi bagi pelaku. “Saat ini saya turunkan komisi disiplin untuk cari, saya akan beri sanksi tidak boleh dibiarkan orang yang berbuat keoonaran bisa dipecat atau skorsing bisa satu tahun satu semester nanti dilihat karena itu penghinaan ke direktur,” tutupnya.

Sementara itu, crew Metanoiac mencoba meminta tanggapan dari pihak kemahasiswaan dengan mengunjungi ruangannya pada Jumat, 16 Juli lalu, namun tidak ada satupun yang bersedia. Selanjutnya, Lidemar Halide selaku PLT Bidang Kemahasiswaan tidak banyak berkomentar. “Tidak perlu ditanggapi, karena tidak jelas yang buat,” katanya saat dimintai keterangannya via WhatsApp, Kamis 15 Juli lalu.

Selanjutnya, saat ditemui diruangannya pada Jumat, 16 Juli sekitar pukul 18.40 WITA, Ahmad Zubair Sultan selaku Wakil Direktur I mengungkapkan bahwa tidak masalah jika ingin mengkritik. “Tidak masalah untuk kritik tetapi kritik ada jalan dan wadahnya, sebetulnya itu kegagalan kami sebagai dosen dan karena poster itu, kita bisa melihat bahwa layanan yang diberikan ada kekurangan,” ucapnya. [CREW METANOIAC]

0 komentar: