Searching...
Selasa, 12 Januari 2021

Sumber : Pexels

METANOIAC.Id Malas suatu hal yang lumrah bagi setiap orang. Hal yang sudah sedari dulu menjadi kebiasaan buruk yang mestinya tidak dibudidayakan, khususnya mahasiswa yang adalah salah satu komponen yang  berperan penting dalam perkembangan dan kemajuan dari bangsa kita. Misalnya dalam hal pembangunan, dengan kata lain kita sebagai mahasiswa dituntut untuk bisa menjadi teknokrat dan mengambil peran yang menentukan perkembangan hingga memperoleh kemajuan yang signifikan terhadap lingkungan tempat kita berdomisili, tapi niat yang baik tidak akan memperoleh hasil yang baik jika tidak dibarengi dengan usaha yang baik. 

Terkadang, kemalasan menjadi salah satu penghambat bagi kita untuk berusaha. Sebut saja teman-teman yang mungkin saat ini membaca tulisan saya, diantaranya ada yang setiap hari dipenuhi dengan rasa malas ketika ingin beraktivitas. Kebanyakan dari kita lebih memilih untuk bermalas-malasan ketika memiliki waktu luang dibanding melakukan hal-hal produktif. Entah itu karena kurang bersemangat atau pun faktor-faktor lain dari luar yang mengganggu dan membuat kita malas untuk bergerak atau bahasa gaulnya “mageran”. Untuk kasus tersebut saya sebagai orang yang dulunya pemalas dan serba “mageran” punya sedikit saran dan trik untuk mengatasi kebiasaan malas kita ini yang mungkin sudah bisa dikatakan sebagai penyakit anak muda zaman milenial.

Meskipun saya terang-terangan kepada semua pembaca bahwa saya adalah orang yang pemalas, tapi bukan berarti saya tidak melakukan apa-apa. Saya tetap beraktivitas dan terus menjalani hidup. Karena hidup pasti akan bergerak dan melangkah maju kedepan. Adapun trik yang ingin saya bagikan kepada teman-teman sebenarnya hanyalah opini dari sudut pandang saya sendiri dan tidak mengaitkan dengan perspektif orang lain. Bukan bermaksud sok dewasa ataupun menggurui,  Saya hanya ingin berbagi ilmu dan pola pikir, bahkan saya berharap agar opini yang saya paparkan dapat menginspirasi teman-teman dan terlepas dari yang namanya malas gerak alias mager.

Triknya adalah nikmatilah tiap-tiap momen yang serba memalaskan itu dengan cara  rilekskan tubuh dan pikiran dengan santai hingga perasaan nyaman mulai kita rasakan. Ada baiknya kita barengi dengan rebahan atau kebiasaan-kebiasaan lain yang membuat kita merasa lega, baik itu peregangan pada tubuh, memakai teknik pernafasan, dan metode-metode apa saja yang kalian ketahui. Semua orang punya cara tersendiri menghibur diri untuk kesehatan batin dan hayati. 

Setelah berhasil memasuki zona nyaman yang kita harapkan mulailah untuk merenung, berpikir, dan mengingat kembali aktivitas yang telah kita lakukan di hari-hari sebelumnya. Misalnya kemarin saya punya waktu kosong dalam sehari karena kuliah yang dialihkan ke dalam jaringan (daring). Pada hari itu saya memanfaatkan waktu yang lowong itu sebagai tempat untuk menyelesaikan beberapa kesibukan dan rebahan selama mungkin. Setelah itu, kita bisa mendapatkan gambaran tentang ingatan di hari kemarin, kita mengingat tentang apa yang telah kita perbuat.

Cobalah renungkan dan kenali dampak dari setiap hal yang pernah kita perbuat di lingkungan sekitar hingga ke akar-akarnya. Dengan kata lain kita berpikir radikal. Setelah berpikir radikal, kita akan mendapatkan informasi-informasi dan fakta yang ada. Maka dari itu kita bisa tahu saat dimana kita melakukan kesalahan atau bertingkah laku  yang tidak menggambarkan nilai moral. Dari sini kita tahu bahwa diri kita pernah melakukan kesalahan dan ketika kita sudah tahu akan permasalahan ini kita harus mulai menanamkan niat yang benar-benar fokus dalam benak serta mencoba untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama  untuk masa yang akan datang.

Salah satu hal yang paling penting dalam hidup ini adalah belajar. Belajar dari kesalahan dan pengalaman adalah salah satu metode yang bisa kita gunakan dalam hal pengembangan diri. Selain belajar dari kesalahan, biasanya orang pemalas terkadang memiliki siasat, dan cara untuk memudahkan segala hal yang sulit. Inilah yang dinamakan cerdik dan inovatif karena terkadang si pemalas itu sendiri ingin cepat-cepat lepas dari permasalahan yang dialaminya, dan disinilah akal bulus para pemalas yang terkadang membawa mereka menuju suatu kejadian-kejadian yang berkesinambungan, serta keberuntungan yang bisa diperoleh dari pola pikirnya yang cerdik itu. Sehingga mereka bisa terlepas dari permasalahan yang membebani dan mereka bisa kembali untuk beristirahat dengan santai. 

Bukannya saya mengada-ada tapi lihatlah yang dikatakan oleh salah satu public figure ternama di dunia ini, yang pastinya kebanyakan orang sudah pernah mendengar namanya, Bill Gates, beliau mengatakan :

“Saya memilih orang yang malas untuk mengerjakan sebuah pekerjaan berat karena orang yang malas akan mencari cara yang mudah untuk mengerjakannya.”

-Bill Gates-

[KIO/327]

0 komentar: