Searching...
Minggu, 13 Desember 2020

Gedung. Keadaan Gedung Direktorat Politeknik Negeri Ujung Pandang, Kamis (13/12). [PR/330]

METANOIAC.id Mendekati pergantian tahun, beredar kabar bahwa perkuliahan secara onsite akan dimulai pada Januari mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kabar adanya kuliah onsite ini menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat, khususnya di lingkup Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Ada yang menyetujui bahwa pentingnya kuliah onsite bagi para mahasiswa, namun tak sedikit pula yang mengkhawatirkan keputusan tersebut karena tidak lepas dari pandemi yang belum berakhir ini.


Dalam kesempatan wawancara bersama salah satu dosen PNUP D4 Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi, Rusdi Wartapane mengutarakan pendapatnya tentang pentingnya kuliah onsite bagi pendidikan vokasi. "Saya setuju dengan kuliah onsite ini karena kita ini vokasi. Pertama, vokasi itu harus mengenal semua yang ada di laboratorium dan di bengkel yang juga berhubungan dengan teori. Kedua, onsite itu sangat penting karena kita bisa bersosialisasi dengan yang lain, terus ada komunikasi, jadi intinya itu kita butuh soft skill-nya," ungkapnya.


"Akan jadi masalah jika kuliah online tidak serius dalam belajar. Di dunia pekerjaan akan tidak tahu apa-apa biar dikasih sertifikat pendamping ijazah. Jadi, tujuan untuk mencapai output itu mahasiswa harus mahir dalam menggunakan peralatan dan memperoleh data," tambahnya.


Namun, ia menyayangkan ketidaksiapan kampus untuk melaksanakan kuliah onsite tersebut. "Kampus tidak siap melakukan kuliah onsite dikarenakan tidak ada protokol kesehatan untuk memasuki laboratorium untuk para mahasiswa dan tamu luar yang mengunjungi kampus," pungkasnya.


Disamping itu, salah satu mahasiswa Teknik Elektro PNUP, Rifqah Rasyidah W. menyampaikan pendapatnya tentang ketidaksetujuannya pada pelaksanaan kuliah onsite Januari mendatang. "Saya tidak setuju, karena corona belum reda. Walau mudah menerima pelajaran secara offline, tapi kondisi imun tubuh melemah, jadinya banyak mahasiswa yang rentan terkena penyakit, termasuk corona," terangnya. 


Menurut Rifqah, kampus juga belum ada kesiapan untuk melaksanakan kuliah onsite tersebut. Fasilitas kesehatan di kampus masih belum memadai, contohnya tidak ada pembagian masker gratis kepada mahasiswa, handsanitizer juga tidak disediakan di lorong-lorong kampus dan di depan kelas. Dia juga menyarankan agar kuliah onsite ditiadakan sampai pandemi berakhir. [ART/333 PR/330]

0 komentar: