Searching...
Kamis, 03 Desember 2020



Edaran.
Surat edaran tentang pembagian kartu perdana XL-Axis, Senin(1/12). [Ist]

METANOIAC.id Sejak beredarnya surat edaran dari Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) yang ditandatangani oleh Wakil Direktur (WD) III HR. Fajar, mengenai penyampaian kartu perdana provider XL-Axis resmi diluncurkan sebanyak 2000 buah. Kartu tersebut merupakan kartu internet dengan kuota sebesar 30 Gigabyte (GB) untuk satu bulan. Jika kartu itu diaktifkan maka secara otomatis kuota sejumlah 30 GB akan masuk. Bulan berikutnya juga 30 GB, lalu bulan ketiga dan bulan keenam sejumlah 55 GB.

Kartu internet tersebut diperuntukan kepada Mahasiswa Baru (Maba) angkatan tahun 2020 tanpa syarat apapun demi kelancaran pembelajaran secara dalam jaringan (daring). "Dengan adanya bantuan kuota ini tidak ada lagi pungutan biaya tambahan dari mahasiswa karena semua biaya perkuliahan sudah terhitung di Uang Kuliah Tunggal (UKT)," ungkap WD III.

2000 kartu tersebut akan didistribusikan sesuai dengan jumlah maba, yaitu 1971 orang melalui kerjasama dengan ketua jurusan, Kepala Bagian (kabag) kemahasiswaan, ketua senat mahasiswa (BEM) dan ketua himpunan. Jadi saya sampaikan ke ketua himpunan, Kabag kemahasiswaan untuk melibatkan lembaga kemahasiswaan dalam pendistribusian kuota ini.

Kartu internet yang telah diberikan kepada pihak BEM adalah 1600 buah kartu dari total 2000 buah. Sisanya 400 buah, diberikan kepada mahasiswa lama yang mengikuti kuliah agama semester ini, lanjut wadir III,. “Untuk Dosen Agama Islam itu menganjurkan agar 30% tugasnya itu dalam bentuk ngaji yang dilakukan secara daring dan itu kita fasilitasi kuota. Semua proses pembelajaran tidak ada lagi tambahan dana untuk operasional pembelajaran. Dosen Agama Islam akan merekomendasikan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Agama Islam untuk mendapatkan sisa kartu yang belum dibagikan. Ada pembayaran untuk beli buku yang seharga Rp.50.000 tapi tidak wajib. Buku ini sangat bagus karena didalamnya terdapat hadits dan metode pembelajaran yang dapat memudahkan mahasiswa memahami materi,” terangnya.

Dia berharap jika kegiatan ini terlaksana, para mahasiswa tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk mengikuti perkuliahan. “Harapan kita kalau ini terlaksana anak-anak kita tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk mengikuti perkuliahan. Disamping itu kuota tahun ini tidak dimasukkan ke dalam rancangan anggaran belanja, jadi tidak dapat membelanjakan uang negara untuk pemenuhan kuota. Supaya kita tidak melanggar maka kita cari donatur. Kita merevisi anggaran,” pungkasnya. 


InstagramScreenshot laman instagram poltek_upg pada postingan yang berjudul "Kuota Untuk Maba PNUP 2020", Rabu(2/12). [Ist]

Disisi lain, BEM KMPNUP menyatakan bahwa kartu yang diberikan itu tidak cukup untuk semua maba angkatan 2020. “Kami tunggu sisanya dari WD III sejumlah 400 buah kartu. Setelah menyerahkan bentuk pertanggungjawaban dari setiap HMJ berupa nama, tanda tangan, dan nomor kartu yang diberikan. Karena jumlah maba kurang dari 2000 maka pihak BEM mau berkoordinasi dengan WD III mengenai sisa kartunya akan dikemanakan. Intinya semua maba 2020 ini harus mendapatkan kartu. Cara kami mentaktisi pembagian kartu ini dengan metode bergelombang, yaitu gelombang I dan II. Untuk gelombang I sebagian kartu telah diberikan ke setiap jurusan, dan gelombang II akan diberikan setelah ada pertanggungjawaban dari tiap HMJ," Ujar Mendagri BEM PNUP. [PAT/321 MB/331]




0 komentar: