Searching...
Selasa, 21 Juli 2020

Breafing. Tim relawan MAPALA PNUP bergabung dengan PKD (Pusat Koordinasi Daerah) SULSEL sedang breafing mengenai titik mana saja yang akan dilakukan untuk pencarian korban, Senin (20/7). [Ist]

METANOIAC.id Bencana banjir bandang yang menerjang Kota Masamba pada Senin, 13 Juli lalu meninggalkan duka bagi masyarakat, khususnya Kabupaten Luwu Utara. 

Kejadian tersebut telah menggerakkan berbagai lembaga untuk saling bahu-membahu menolong masyarakat yang terdampak. Salah satu barisan terdepan yang ikut serta membantu adalah relawan dari Mahasiswa Pencinta Alam (MAPALA) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP).


Tim relawan MAPALA PNUP turun ke lokasi sejak Rabu (15/7), mereka bergerak karena hati nurani untuk membantu masyarakat tanpa ada paksaan dari pihak lain.
Lokasi. Tim Relawan Mapala PNUP  saat berada di lokasi yang terdampak banjir, Senin (20/7). [Ist]
Diketahui, tim yang diberangkatkan sebanyak lima orang, diantaranya yaitu Muh. Ilham Nizar, Wahyu Nugraha, Egi Xlesiya Palinggi, Ahmad Sakariah, dan Adnan. 

Ilham, sebagai salah satu relawan dari MAPALA PNUP menjelaskan kondisi masyarakat yang terdampak.  "Ada beberapa titik yang terkena dampak dari banjir. Terkait kondisi saat ini, masyarakat mulai mengevakuasi semua barang-barang yang masih bisa diselamatkan," jelasnya via Whatsapp.

Selain itu, relawan telah menyuplai hasil donasi dalam bentuk sembako kepada para korban dan beberapa telah dialokasikan bersamaan dengan pemberangkatan tim. 

Meskipun masih dalam minggu Ujian Akhir Semester (UAS), tidak menyurutkan niat para relawan untuk turut membantu korban bencana. Mereka tetap mengikuti UAS seperti biasanya. "Alhamdulillah dari lima relawan yang berangkat, empat diantaranya masih aktif kuliah tapi tetap ikut UAS," tambah Ilham.

Nurhalim selaku Ketua Umum MAPALA PNUP menyampaikan harapannya kepada relawan yang ditugaskan agar tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi. "Semoga relawan dari MAPALA PNUP terus diberi kesehatan dan keselamatan apalagi ditengah kondisi pandemi ini, serta korban banjir bandang yang masih dalam pencarian dapat ditemukan secepatnya," pungkasnya. [YUL/275]

0 komentar: