Friday, June 5, 2020

12:38 PM

Kuota. Screenshoot Short Message Service (SMS) terkait pembagian kuota internet sebesar 6 GB, Selasa (19/5). [Ist]

METANOIAC.id Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) telah memberikan bantuan kepada setiap mahasiswa dan dosen berupa subsidi kuota sebesar 6 Gigabyte (GB) secara merata. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung sistem perkuliahan Dalam Jaringan (Daring) akibat pandemi Coronavirus Disease (COVID-19). 

Jumlah kuota yang telah tersalurkan sekitar 13.000-an GB yang telah didistribusikan kepada 4200-an mahasiswa. 

HR Fajar selaku Wakil Direktur (WD) III bidang Perencanaan,  Kerjasama,  dan Sistem Informasi mengatakan bahwa bantuan tersebut tidak lepas dari upaya jajaran birokrasi menyiapkan segala fasilitas untuk mendukung proses pembelajaran daring.

"WD I membantu mengumpulkan nomor telepon mahasiswa dan dosen, para Ketua Jurusan (Kajur) membantu untuk memastikan mahasiswa terkait nama dan nomor telepon yang masuk, kemudian komunikasi kita ke Telkomsel dilakukan oleh jajaran pimpinan," ucap Fajar saat ditemui Crew Metanoiac di ruangannya," Kamis (28/5).

Fajar menegaskan subsidi kuota ini bukan terlambat,  tetapi prosesnya membutuhkan waktu. Pada sistem e-learning bisa diterapkan seperti aplikasi zoom dengan model Web Seminar (Webinar). Selain itu, e-learning tetap bisa diakses tanpa kuota, namun pimpinan menganggap mahasiswa harus difasilitasi dengan kuota internet. 

"Jangan sampai ada dosen yang menyuruh meng-upload tugas,  itukan terbebani lagi mahasiswa untuk beli kuota," ungkap Fajar. 

Para dosen sudah diarahkan untuk menggunakan e-learning. Jajaran pimpinan membentuk tim untuk mendampingi dosen-dosen yang ada di setiap jurusan, sehingga dosen bisa berkonsultasi mengenai cara pemakaian e-learning. Mahasiswa juga diajak untuk menyampaikan kepada setiap dosennya agar menggunakan aplikasi e-learning

Selain itu, mahasiswa yang belum mendapatkan kuota diimbau untuk mengganti nomor kartu mereka agar dapat dikirimkan kembali. 

"Ada beberapa mahasiswa yang tidak bisa dikirimkan kuota, sehingga saya menginformasikan ke Presiden BEM untuk menyampaikan kepada mahasiswa lainnya," ucapnya.

Fajar menyampaikan pembagian subsidi kuota tersebut akan diberikan setiap bulan jika perkuliahan masih dilakukan secara daring. Namun, apabila kondisi sudah normal biaya penggunaan kuota tersebut akan kembali digunakan pada biaya operasional tatap muka.

Kebijakan ini tentu menuai banyak respon di kalangan mahasiswa. Sri Rahayu, salah satu mahasiswa jurusan Akuntansi yang berpendapat adanya pembagian kuota sangat lah membantu dalam perkuliahan daring ini.


"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dengan subsidi kuota ini, setidaknya ada daripada tidak ada sama sekali, ucapnya.

Lain halnya dengan Idil Saputra, salah satu mahasiswa jurusan Administrasi Niaga yang menganggap bahwa pembagian kuota  sudah menjadi kewajiban kampus. Selain itu, jumlah yang diberikan belum memenuhi kebutuhan pemakaian rata-rata mahasiswa yang berkisar 10 GB per-bulannya. 

"Realitas yg terjadi pemakaian data untuk satu bulan kuliah online bahkan bisa lebih dari 10 GB  dan tentunya ini yang harus menjadi pertimbangan lagi untuk birokrasi dalam pemberian bantuan kuota selanjutnya," jelasnya.

Idil juga berharap agar para jajaran pimpinan PNUP dapat memberikan solusi yang memadai bagi seluruh sivitas akademik terutama untuk mahasiswa. Dikarenakan kuota 6 GB ini belum memenuhi kata maksimal dalam operasional pemakaiannya.

Di samping itu, Fajar menanggapi bahwa kuota 6 GB yang diberikan sebagai bentuk dukungan PNUP dan hanya sebagai kuota tambahan dalam meng-upload tugas selain di e-learning. Fajar menganggap bahwa fasilitas perkuliahan Daring sudah terpenuhi pada e-learning "Karena 15 GB pun dirasa tidak cukup, makanya kita arahkan ke e-learning," jelasnya. [CR/300 TEN/288]

0 komentar: