Sunday, December 15, 2019

4:58 PM
Motor. Nampak motor dan helm mahasiswa yang terparkir rapi, November. [AH/299]

METANOIAC.Id Keamanan menjadi salah satu faktor penting untuk ketertiban di dalam kampus. Belakangan ini banyak terjadi kasus pencurian di kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Oleh karena itu, crew metanoiac berkesempatan untuk berbicang langsung dengan Kepala Keamanan PNUP, Rabu (11/12).

Menanggapi masalah kasus pencurian helm dan motor di PNUP, Nyono Ismoyo selaku kepala keamanan mengatakan bahwa pihak keamanan juga merasa simpati kepada mahasiswa yang kehilangan motor dan helm. “Kami juga kasihan, kami juga berusaha sekarang agar tidak terjadi lagi kecurian,” katanya.


Apa yang Menjadi Kendala?

Ismoyo mengatakan bahwa mahasiswa terkadang banyak yang lupa mengambil kunci motornya, mungkin karena terburu-buru masuk kelas. Maka dari itu, setiap pagi tim keamanan keliling mengecek untuk mencegah kehilangan. 

Kurangnya tenaga keamanan menjadi faktor penghambat tidak optimalnya keamanan di PNUP. Hanya empat orang yang bertugas untuk di lapangan (parkiran dan pintu masuk) sedangkan ada lima parkiran. Empat orang ini diantaranya terdiri dari dua orang keliling ke parkiran-parkiran, satu orang berjaga di gerbang belakang dan satu orang lagi berjaga di gerbang depan.

“Kan namanya pencuri, tidak mungkin kita ada di tempat lalu dia mencuri, pasti kalau tidak ada orang baru dia beraksi. Tidak mungkin kami satu orang tiap parkiran sedangkan tidak ada yang keliling dan berjaga di depan,” jelas Ismoyo.

Perihal kecurian dua motor baru-baru ini, Ia mengatakan bahwa motor yang pertama sudah dilapor ke polisi dan sekarang sedang di lacak. Sedangkan motor yang hilang baru-baru ini karena dia lupa kuncinya di motor. “Dia sudah melapor ke keamanan kalau motornya hilang, tapi tidak diberitahukan berapa DD motornya, jadi keamanan tidak mengetahui kalau motornya dicuri,” jelas Ismoyo.

Kenapa Screenshoot CCTV tidak Disebarkan?

Kepala keamanan sengaja tidak memberikan sreenshoot maupun rekaman Closed Circuit Television (CCTV) kepada mahasiswa karena ditakutkan terjadi hal yang tidak diinginkan seperti perkelahian sesama mahasiswa jika dia mengetahui siapa pelakunya. “Kalau saya tahu orangnya saya akan cari, tapi saya tidak kasih tahu mahasiswa karena kita menghindari keributan,” ungkap Ismoyo.

Ismoyo melanjutkan bahwa jangan sampai jika lintas jurusan nanti mereka berkelahi. Karena, Ia pernah mendengar mahasiswa berkata seperti itu. “Makanya kalau saya dapat pelakunya, saya tidak sebar karena hal itu menjadi tanggungjawab saya sendiri,” ucapnya.


Apa Upaya yang akan Dilakukan?

Untuk mencegah hal serupa terjadi lagi, pihak keamanan akan melakukan pemeriksaan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Nanti kami cari cara lain, entah pakai kartu (karcis) lagi ataukah pemeriksaan STNK. Kelemahannya jika pemeriksaan STNK akan macet karena pasti kendaraan bertumpuk-tumpuk. Tapi, kalau mau aman yah harus begitu,” tutur Kepala Keamanan.


Jika keamanan ingin optimal, Ismoyo memiliki beberapa saran agar nantinya dapat direalisasikan, diantaranya:
  1. Semua tempat parkir memiliki penjaga;
  2. Pemasangan CCTV di setiap parkiran;
  3. Menambah tenaga keamanan;
  4. Merekrut satpam non Muslim, agar ketika waktu sholat ada yang menjaga;
  5. Membuat dua jalur sesuai janji direktur, yaitu jalur masuk dan keluar kendaraan.
Jika hal tersebut dapat terealisasi, keamanan yakin tidak akan terjadi lagi hal serupa. Tapi, permasalahannya ada pada pendanaan karena bukan dana sedikit yang akan dipakai. “Semoga tahun depan dapat terealisasi dan ada pendanaan dari pusat,” harap Ismoyo.

Mengenai helm, Ismoyo menyarankan agar tidak memakai helm yang bagus. “Susah kalau diliat di kamera, saya sarankan jangan beli helm yang bagus-bagus, pakai yang biasa saja. Karena, kita juga dari keamanan tidak bisa memantau semua helm dan tidak mungkin kami menjaga semua helm di tiap parkiran setiap saat. Kami juga tidak mungkin mengenali setiap helm mahasiswa,” ungkapnya. 



Beberapa tips agar motor tidak gampang dicuri adalah:
  1. Kunci motor digandakan
  2. Pakai gembok
  3. Parkir di tempat yang benar
  4. Pastikan motor dikunci stang
  5. Pasang alarm di motor
  6. Manfaatkan fitur SKS (Secure Key System)
  7. Tempel stiker pengenal 
[BUL/281]

0 komentar: