Monday, December 16, 2019

8:13 PM


Parkiran. Salah satu parkiran di kampus satu PNUP untuk mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, November. [AH/299]

METANOIAC.Id Baru-baru ini, kampus Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) sedang gempar karena kasus pencurian dua buah motor yang terjadi selama kurung waktu satu bulan. Kasus pencurian motor yang pertama terjadi tanggal 12 November dan baru-baru ini terjadi tanggal 9 Desember di kampus satu PNUP. 

Gunawan, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro adalah salah satu mahasiswa yang kecurian motor di kampus. Saat diwawancarai oleh crew metanoiac, Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi tanggal 12 November di parkiran Jurusan Elektro.

“Saya tiba di kampus pukul 08.00 lewat, kemudian parkir di parkiran elektro. Saat itu, saya memang sedang terburu-buru jadi lupa untuk kunci leher (stang) tapi kuncinya saya ambil,” jelasnya.

Setelah itu, Ia kemudian melihat motornya sudah tidak ada tapi tidak dihiraukan. “Tidak dihiraukan karena saya kira cuman teman yang sembunyikan. Setelah perkuliahan selesai pukul 15.00 saya periksa di semua tempat parkir, ternyata betul-betul tidak ada,” ungkapnya. 

Gunawan telah melapor kepada pihak kepolisian dan pihak keamanan kampus untuk mengecek Closed Circuit Television (CCTV), tetapi pihak keamanan berkata bahwa CCTV baru bisa di periksa besok. 

“Bahkan panggilan saya tidak diangkat hari itu. Maksud saya kalau ada kehilangan seperti itu, jangan ditunda-tunda. Anehnya, pihak keamanan lama membuka CCTV dan dilarang untuk  menyebarkan screenshot CCTV. Kalau saya dapat pelakunya, dia perlu untuk dipermalukan,” katanya.

Satu lagi mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Risaldi yang nahas kehilangan motornya baru-baru ini. Ia adalah salah satu mahasiswa bidikmisi PNUP dan motor tersebut dibeli dari uang pinjaman. 

Risaldi memarkir motornya di belakang kantin lama (saat ini sedang dalam pembangunan untuk ruangan belajar) karena akan mengikuti seminar pelatihan penulisan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di Aula. “Setelah pulang dari seminar, kuncinya hilang, saya cari-cari tapi tidak ada,” tuturnya.

Awalnya, ia melapor ke pihak keamanan bahwa kunci motornya hilang. Setelah kunci motornya dicari di tempat lain, ternyata motornya sudah tidak ada di tempat parkir. “Saya tidak tahu apakah jatuh atau saya memang lupa di motor. Lalu satpam langsung mengecek CCTV untuk melihat siapa pelakunya,” jelas Risaldi. 

Risaldi telah melapor ke pihak kepolisian tetapi dipersulit dan berharap agar keamanan di PNUP ditingkatkan lagi, seperti memasang CCTV di setiap parkiran.  

Selain motor, helm juga menjadi sasaran pencuri. Satu bulan belakangan ini, terhitung kurang lebih tujuh helm yang hilang (data diambil dari info kehilangan di media sosial persmapnup) di parkiran. Faisal Julianto, salah satu mahasiswa yang kehilangan helm mengatakan bahwa jika ada helm yang hilang cukup diikhlaskan. “Agak malas melapor ke satpam, cuman bisa diikhlaskan,” ucapnya.

Sejauh ini, satu motor sudah ditemukan pelakunya dan sekarang berada di kantor polisi untuk diintrogasi. Tetapi, belum ada titik terang keberadaan motor mahasiswa tersebut. Selain itu, dua mahasiswa ini juga enggan untuk ke kantor polisi karena terkadang di persulit. Mereka hanya menunggu konfirmasi dari pihak kepolisian.

Bagaimana tanggapan dari pihak keamanan kampus dalam hal ini Kepala Keamanan PNUP yang bertanggung jawab atas keamanan kampus? Klik link ini

[BUL/281]

0 komentar: