Monday, November 25, 2019

5:07 PM
Ilustrasi
METANOIAC.idSosok perkasa, baik hati, tangguh tanpa pamrih. Ialah mereka sang pelita melengkapi jalan yang gelap gulita menjadi terang benderang.

25 November hari ini ialah hal yang amat teramat membanggakan bagi mereka tenaga pengajar Indonesia. Hari guru yang biasanya menjadi momen bahagia tiap-tiap insan sekolah Indonesia, dan hari ini terulang kembali. Tugas mulia sekaligus tersulit demi mengedepankan potensi siswa pada bidangnya masing-masing. Kemarin, mereka takut tuk melangkah sebab aturan berlaku keras padanya. Hari ini tidak lagi, mereka dituntut untuk berdiri sendiri tanpa sebuah komando untuk perubahan walaupun itu kecil.

Sulit tak dapat dimungkiri. Bukan hanya untuk mencerdaskan bangsa, tapi juga mengerjakan hal-hal administratif yang menurut beberapa orang bahkan yang terpaut kurang jelas. Memang tak bisa mereka mengelak, namun itu pasti. Mengemban tugas dan tanggung jawab, dengan penuh retorika untuk sebuah perjuangan pendidikan. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang senantiasa menyalakan api pelita kehidupan siswa dan mereka sang Pendidik. “Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia.” Dalam pidato serentak Nadiem Anwar Makarim.

Satu langkah yang pasti tuk membuka peluang bagi generasi muda dalam mendapatkan impiannya. Pada sebuah letih yang tersamarkan oleh mereka, sosok yang diamanahkan oleh para orang tua siswa. Mungkin tak dapat dimungkiri, kebohongan mulianya telah terungkap. Tak lagi ada sebuah keluh kesah pada hari ini. Sebab kita semua ingin merdeka dalam hal pendidikan.
Ajaklah kelas berdisukusi, bukan hanya mendengar.

1. Berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.
2. Cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas.
3. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.
4. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Hari ini, ketika mereka menuangkan pikiran yang mendasar, dengan teguh serentak menapakkan kaki menuju pendidikan yang cemerlang. Menuju ke puncak, Indonesia penuh semangat mengedepankan pengajar dan pelajar yang terkemuka. [AR/303]

0 komentar: