Thursday, May 23, 2019

12:08 AM
 
Pembukaan. Laporan Ketua Panitia Program Beasiswa Sertifikasi Kompetensi PNUP, Tri Hartono saat acara pembukaan di Aula Lt. 3 Gedung Administrasi PNUP, Selasa (23/4). [Sumber: facebook.com/PoltekNegeriUjungPandang]


METANOIAC.Id Program Beasiswa Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Tinggi Vokasi merupakan salah satu program dari Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang diharapkan dapat menjadi jaminan bahwa alumni akan lulus sesuai dengan kompetensi yang digariskan di lembaganya, karena jangan sampai mahasiswa yang telah lulus tetapi kompetensinya tidak sesuai yang diinginkan masyarakat.

Program beasiswa tahun ini diperuntukkan untuk seluruh Politeknik yang ada di Indonesia, berbeda dengan tahun sebelumnya hanya ada 13 Politeknik  penyelenggara. Untuk tahun ini, semua Politeknik ditunjuk langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) untuk menjadi penyelenggara. Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menjadi salah satu penyelenggara Program Beasiswa Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Tinggi Vokasi 2019.  Peserta yang diikutkan untuk tahun ini yaitu 460 mahasiswa dari 5 jurusan di PNUP. “Tidak semua mahasiswa bidikmisi dan regular dapat ikut serta dalam program ini, mahasiswa yang bisa ikut harus memenuhi persyaratan antara lain Indeks Prestasi (IP) harus diatas 2,75, jadi kurang dari itu artinya tidak dibiayai oleh DIKTI,” jelas Nurniah selaku Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PNUP.
 
Kegiatan ini berlangsung di PNUP, Selasa-Kamis (23-25/04/2019). Dengan masing-masing jurusan mengujikan 3 skema, kecuali Teknik Elektro yang mengujikan 4 skema. Setelah mahasiswa dinyatakan kompeten dari skema yang diujikan, diharapkan sertifikat kompetensi yang diperoleh dapat menunjang kualitas mahasiswa dan menjadi pembeda dengan mahasiswa yang tidak kompeten. “Harapan kedepanya agar sertifikat diterima di industri dan menjadi pembeda antara yang punya sertifikat dan tidak, karena yang punya sertifikat mempunyai jaminan bahwa ia mampu mengerjakan tugas sesuai yang tertera di sertifikatnya,” tambah Nurniah.

Suasana. Mahasiswa tampak sedang serius dalam mengerjakan Ujian Kompetensi di Jurusan Akuntansi PNUP, Selasa (23/4). [Sumber: facebook.com/PoltekNegeriUjungPandang]

Program ini sangat menguntungkan bagi mahasiswa karena seluruh biaya-biaya untuk mengikuti uji kompetensi didanai oleh DIKTI sehingga khususnya mahasiswa yang kurang mampu dalam hal ekonomi bisa ikut berpartisipasi tanpa harus dibebani oleh biaya. “Untuk kedepannya semoga program ini tetap ada sehingga mahasiswa tidak perlu bayar, mulai dari kertas sampai makan, dll.,” harap Nurniah diakhir pertemuan bersama awak Metanoiac.

Mukminati Hedi, salah satu mahasiswa bidikmisi yang mengikuti Program Beasiswa Sertifikasi Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Tinggi Vokasi 2019 dari Jurusan Teknik Mesin sangat terbantu dengan adanya program ini. “Program ini sangat membantu, karena dengan ini bisa mengukur sejauh mana kemampuan kita. Di sisi lain, jika kita dinyatakan kompeten maka kita akan mendapatkan sertifikat yang nanntinya akan sangat membantu di dunia kerja,” tuturnya.

Terakhir, Mukminati Hedi berharap agar pelaksanaan program ini di tahun-tahun berikutnya, komunikasi antar pelaksana program dengan peserta lebih baik lagi. [NHA, RA, TH, HM]
 


0 komentar: