Tuesday, December 4, 2018

7:26 PM

 
Polisi berjaga di Timika setelah kejadian. [Sumber: detikcom/saiman]

METANOIAC.id Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua kembali beraksi. Jauh sebelumnya, kelompok yang dipimpin Egianus Kogoya melakukan penyerangan terhadap lapangan terbang di Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga. Satu pilot Trigana Air terluka, empat orang yang terdiri dari dua orang anak dan kedua orang tuanya tewas dibunuh serta dua orang luka-luka. 

Minggu, 2 Desember 2018 diduga kelompok ini menembak mati pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Aurak di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Sebanyak 31 pekerja diduga tewas dalam pembantaian ini. 

Dilansir dari laman Okezone.com, Corporate Secretary PT Istaka Karya Yudi Kristanto mengatakan, puluhan pekerja yang yang tewas saat membangun proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua, mayoritasnya berasal dari Sulawesi Selatan. "Mayoritas dari Sulawesi Selatan," kata Yudi kepada Okezone, Selasa (4/12/2018).

Diduga aksi keji yang dilakukan oleh KKB terhadap pekerja dari PT Istaka Jakarta karena KKB Ndugama pimpinan Egianus Kogoyo tidak terima setelah salah satu pekerja jembatan mengambil foto Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka (HUT OPM) pada 1 Desember 2018 lalu. Upacara tersebut dipusatkan di Distrik Mbua dengan agenda kegiatan berupa aksi pengibaran bendera dan aksi gangguan penembakan. Distrik Yigi merupakan distrik yang berbatasan langsung dengan Distrik Mbua sekaligus merupakan akses yang sering dilalui oleh KKB Ndugama.

Setelah mendengar kabar mengenai pembantaian di Papua, Tim gabungan TNI dan Polri segera menuju ke lokasi pembunuhan dan hingga kini masih memburu para pelaku. Namun di tengah perjalanan, tim gabungan bertemu dengan salah satu mobil yang menyampaikan pesan bahwa jalan sudah diblokade KKB dan memberi saran untuk balik arah.

Sementara itu, PT Istaka Karya menyetop sementara pembangunan jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak sampai kondisi di lokasi kondusif. Hal itu disampaikan Corporate Secretary PT Istaka Karya Yudi Kristanto kepada Okezone. Yudi menjelaskan, proyek itu mulai dikerjakan pada Desember 2016 dan ditargetkan selesai pada Desember 2019. Ia berharap keadaan di sana segera kondusif, sehingga pembangunan kembali berjalan. [NHA/283]

0 komentar: