Wednesday, December 19, 2018

6:59 PM
Bela Negara. Barisan mahasiswa bersiap menuju lokasi Caraka Malam yang menjadi rangkaian kegiatan Diklat Bela Negara yang berbentuk simulasi. [sumber: instagram.com/persmapnup]

METANOIAC.id Hari ini (19/12) tepat dengan peringatan hari bela negara. Hari bela negara adalah hari bersejarah bagi Indonesia untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia  (PDRI) oleh Mr. Sjafruddin Prawiranegara di Sumatera Barat pada 19 Desember 1948. 

Keputusan ini ditetapkan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kepres No. 28 Tahun 2006. Pada Kepres itu juga menyampaikan bahwa Hari Bela Negara bukan merupakan hari libur. 

Hari yang dimana para pahlawan bangsa terdahulu berjuang dan mempertaruhkan jiwa raga untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah-tengah guncangan Agresi Militer Belanda II.

Peringatan Hari Bela Negara ke-65 tepatnya pada 19 Desember 2012 dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Monumen Nasional Bela Negara di salah satu kawasan yang pernah menjadi basis PDRI dengan area seluas 40 hektare, tepatnya di Jorong Sungai Siriah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Politeknik Negeri Ujung Pandang merupakan kampus yang tiap tahun mengadakan bela negara. Baru-baru ini pada tanggal 31 Agustus 2018, Bela Negara mahasiswa baru Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dilakukan di Rindam XIV Hasanuddin Pakatto. Bela negara tahun ini diikuti oleh 1.275 peserta yang terdiri dari mahasiswa baru angkatan 2018 ditambah dengan mahasiswa angkatan 2017 yang tidak sempat mengikuti bela negara tahun lalu.

Kegiatan Bela Negara berlangsung selama tiga hari. Mereka akan dilatih secara mental, fisik dan lain-lain agar mereka dapat menghargai waktu, disiplin, dan tentunya mencintai negara Indonesia.

Kesadaran Bela Negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. [RGR/279]


0 comments: