Wednesday, May 2, 2018

7:01 PM
Orasi. Koordinator Lapangan Aksi 2 Mei 2018 Andi Ahmad Fauzi Rafsanjani melakukan orasi terhadap enam tuntutan di kantin Politeknik Negeri Ujung Pandang, Rabu (02/05/2018). [YOO/246]

METANOIAC.id Pasca upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional dilaksanakan (02/05), seruan aksi peringatan 2 Mei 2018 sebagai hari pendidikan nasional yang telah ramai diperbincangkan melalui selembaran-selembaran poster akhirnya digencarkan oleh 79 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP). Aliansi yang melakukan gerakan ini terdiri dari tiga lembaga internal kemahasiswaan dan empat lembaga eksternal PNUP. 

Aksi yang dilakukan secara arak-arakan mengelilingi kampus PNUP ini melontarkan enam tuntutan terhadap Direktur PNUP yang dianggap sebagai keresahan mahasiswa PNUP atas himbauan-himbauan yang menyalahi aturan demokrasi. Dalam orasinya, koordinator lapangan aksi Andi Ahmad Fauzi Rafsanjani menyampaikan tujuan dari aksi ini ialah untuk mendapatkan perhatian pihak birokrasi agar dapat mendiskusikan tuntutan yang diajukan. “Kita akan bubar jika ada pihak PNUP yang menemui kita hari ini,” ucap Fauzi.
 

Enam tuntutan tersebut ialah : 
1. Kembalikan Pengaderan di semester satu
2. Menjamin ruang kritik bagi mahasiswa
3. Melibatkan mahasiswa dalam pengambilan keputusan
4. Transparansi anggaran dana kemahasiswaan
5. Kebebasan intelektual dan akademik
6. Penambahan jam malam hingga pukul 22.00 WITA

Aksi 2 Mei 2018 ini dilakukan dengan beberapa rangkaian agenda. Agenda yang dilakukan dimulai melakukan orasi-orasi atas tuntutan oleh beberapa perwakilan aliansi, mengucapkan sumpah pemuda Indonesia, dan melakukan teaterikal. (YOO/246)

0 comments: